2020, Pemkab Purbalingga Targetkan 10 Besar EKPPD

KBRN,Purbalingga:  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menargetkan peringkat 10 besar EKPPD (Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah) tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Purbalingga, Pandi saat memberikan laporan penyelengaraan penyususnan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) dan LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah) tahun 2019, Senin (9/12/2019) di gedung Ardi Lawet Setda Purbalingga.

Pandi mengatakan, saat ini urutan Pemkab Purbalingga di tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk hal tersebut adalah 22 meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yaitu peringkat 35.

Atas hal tersebut, dirinya meminta kepada semua OPD (Organisasi Perangkata Daerah) yang hadir untuk bekerja keras menyusun apa yang dibutuhkan sebaik mungkin dengan mengedepankan asas keterbukaan dan transparansi ke public.

“Kita saat ini berada di posisi 22 meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 35. Kita targetkan di tahun mendatang kita berada di posisi 10 besar sehingga saya mohon kepada seluruh OPD yang hadir untuk mempersiapkan pelaporan dan evaluasi tersebut,” kata Pandi.

Dia menambahkan, tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah mewujudkan pelaporan yang akurat, akuntabel serta tepat waktu. LKPJ dan LPPD yang berkualitas juga bisa menjadi indicator penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan tidak melanggar prinsip obyektivitas sehingga informasi yang tersaji benar-benar menggambarkan kinerja di lingkungan Pemkab Purbalingga.

“Ini juga bertujuan untuk mewujudkan pelaporan yang akurat, akuntabel dan tepat waktu dengan memegang prinsip obyektivitas sehingga informasi yang tersaji benar-benar menggambarkan kinerja lingkungan Pemkab Purbalingga,” imbuhnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, R. Imam Wahyudi yang hadir mewakili Bupati Purbalingga dalam sambutannya menuturkan, penyusunan pelaporan tersebut merupakan suatu hal yang bergengsi bagi sebuah pemerintahan daerah. Bahkan di masa-masa yang lalu, diperlukan karantina dan focus khusus agar sajian laporan bisa maksimal.

“Kita pernah menjadi yang terbaik ya salah satunya dengan persiapan yang matang sehingga fokusnya benar-benar tertuju pada pelaporan yang dimaksud,” pungkasnya.(spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00