Warga Binaan Rutan Purbalingga Kembali Dipulangkan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

KBRN, Purbalingga: Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid 19, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Purbalingga kembali memulangkan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program asimilasi.

Sampai hari ini, sudah ada 82 tahanan yang dipulangkan sejak tahun 2020.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Purbalingga Doni Kristianto mengatakan, terbaru Rutan Purbalingga melakukan pengeluaran sebanyak 9 orang Narapidana untuk menjalani asimilasi di rumah, Rabu 21 Juli 2021.

"Tentunya kami memperhatikan pemenuhan syarat administratif sesuai Permenkumham RI Nomor 24 Tahun 2021. Meski mendapat asimilasi di rumah, WBP tetap masih dalam pengawasan Rutan dan Bapas," katanya, Jumat, 23 Juli 2021.

Menurutnya, kedepan akan semakin banyak WBP mendapatkan hak asimilasi di rumah mengingat situasi pandemi sekarang ini belum terkendali.

"Asimilasi di rumah ini cukup penting, apalagi saat ini Rutan Kelas ll B Purbalingga mengalami overkapasitas penghuni sebesar 192 persen. Hal ini yang membuat rutan menjadi tempat rawan dalam penyebaran virus corona," ucapnya.

Dijelaskan Doni, Perpanjangan kebijakan pemberian hak asimilasi di rumah diusulkan bagi narapidana yang memasuki 2/3 masa pidana dan Andikpas memasuki ½ masa pidana mulai 1 Juli 2021 sampai 31 Desember 2021 bersifat mendesak dengan ancaman potensi penularan Covid-19 ke dalam Lapas/Rutan/LPKA. 

Dikatakannya, Rutan Purbalingga akan terus memperhatikan dan melakukan pemantauan untuk memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik. 

"Sehingga, harapannya WBP bisa terhindar dari wabah COVID-19," harapnya.

"Ada program dari permenkumham terkait asimilasi di rumah, kalo Rutan Purbalingga udah tiga kali, pertama di tahun 2020, terus kedua bulan Januari sampai Juni 2021, kemudian ini terbaru Juli sampai Desember ada. Yang penting yang bersangkutan ini tidak nakal lagi, di lingkungan juga baik. Kalo mereka melanggar ya kena pidana lagi ditambah sama kurangannya yang belum dijalani," terang Doni.

Adapun, sampai saat ini, ada 7 WBP di Rutan Purbalingga yang  terpapar Covid 19 terdiri dari 3 wanita dan 4 pria.

"Kalo ada yang terpapar kami sudah siapkan kamar untuk isolasi mandiri, terpisah dari WBP yang lain. Aktifitas dibedakan jam keluarnya dengan WBP lain," imbuhnya.

Sementara, Pelaksana Kepala Rutan Purbalingga, Bluri Wijaksono, berpesan kepada WBP yang mendapatkan asimilasi di rumah agar tidak mengulangi tindak pidana lagi serta tetap patuhi protokol kesehatan.(ftr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00