Makanan Kedaluarsa Hingga Roti Berjamur Ditemukan Dinperindag, Saat Sidak di Toko Swalayan

KBRN, Purbalingga: Petugas Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga menemukan roti yang sudah berjamur masih dipajang dalam etalase di sebuah toko kue di Purbalingga.

Temuan itu berlangsung saat petugas melakukan monitoring Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) terkait masa kedaluarsa barang dengan mendatangi toko swalayan, dan toko kue di Jalan Jendral Soedirman Barat.

“Iya ini ada roti sudah berjamur tapi masih dijajakan. Dengan temuan itu, kami langsung menarik makanan dan menegur pemilik toko. Mereka jangan sampai masih memajang kue yang sudah tidak layak konsumsi. Khawatir kalau konsumen tidak teliti nanti dimakan ya berbahaya,” kata Kasi Distribusi Perdagangan Martha Dwi Hudiati, Selasa, 4 Mei 2021.

Selain kue tidak layak konsumsi, petugas juga menemukan beberapa produk kedaluarsa dan kemasan rusak yang masih dipergadangkan.

“Kita jumpai juga ada produk makanan yang kedaluarsa tapi kemasannya masih bagus, kemudian ada yang belum kedaluarsa tapi kemasannya nggak sempurna, penyok,” ucapnya.

“Bahayanya kaleng penyok, itukan di dalamnya bisa berkarat, produknya jadi nggak higenis. Kebetulan pas kita tarik barangnya, semua barang bisa diretur, dikembalikan lagi ke salesnya untuk ditukar,” jelas Martha.

Dikatakan Martha, ada berbagai kemungkinan produk kedaluarsa dan rusak tetap masih dijual. Diantaranya, momentum perayaan hari raya yang rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab maupun lepas kontrol dari pihak toko atau swalayan.

“Mendekati lebaran memang banyak sekali sales menyisipkan produk yang mau kedaluarsa, makanya masyarakat harus jeli saat membeli produk makanan dan minuman,” imbuhnya.

Salah satu pengelola toko swalayan yang dilakukan sidak, Riyanti mengaku sudah rutin melakukan pengecekan kondisi kemasan makanan yang dijual namun memang karena kesibukan karyawan ada beberapa barang terlewat.

“Pokoknya sebelum mau lebaran tuh kita harus kontrol sendiri, kebetulan kadang-kadang orang beli terus barangnya jatuh kita gak tau, langsung main taroh,” tandasnya.

Sementara, terkait temuan di tiga toko yakni ABC Swalayan, Toko Selera dan Toko Harum, tidak ada sanksi yang memberatkan manajemen toko atau swalayan. Dinperindag hanya melakukan teguran dan pembinaan.(ftr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00