Kirana Agustina, Wakil Indonesia Ikuti Ekspedisi Ocean Plastic

KBRN, London : Dihadapan puluhan orang aktivis lingkungan, dan perwakilan perusahaan internasional yang hadir. Di salah satu restoran kota London Ingris, Kamis (26/9/2019) malam waktu setempat. Dara asal Bandung bernama Kirana Agustina, menerangkan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke dua di dunia, dengan jumlah pulau yang dimilik  lebih dari 17 ribu. 

Indonesia saat ini, juga memiliki masalah sampah plastik, yang berada di laut maupun pantai. Sehingga perlu adanya manajemen, dan juga perhatian bersama agar masalah sampah bisa teratasi di Indonesia. Salah satunya adalah keikutsertaan negara maju, agar tidak melakukan ekspor sampah plastik ke Indonesia. 

Kirana menyatakan hal tersebut, sebelum melaksanakan Ekspedisi Ocean Plastic berkeliling dunia dengan mempergunakan perahu selama dua tahun. Kirana terpilih bersama dengan 299 wanita lainya, dari sejumlah negara di dunia. Selama mengikuti Ekspedisi Kirana akan melakukan penelitian kerusakan ekositem laut, akibat sampah plastik. 

Selain itu, juga mengkampanyekan stop pengunaan plastik. Kirana yang baru saja menyelesiakan program pasca sarja bidang Politik Lingkungan di salah satu Universitas di Ingris, menjelaskan masalah sampah plastik di laut menjadi persoalan global. 

Perairan Indonesia juga terdampak dengan adanya sampah plastik, yang menganggu kehidupan di laut akibat sampah plastik ini tidak bisa diurai dengan cepat oleh alam. 

“ Dengan keikutsertaan saya di ekspedisi ini, bisa meluruskan sampah plastik tidak sepenuhnya salah Indonesia. Tapi sampah yang kita terima, juga sampah dari negara maju yang mengekspor ke Indonesia,”kata Kirana. 

Diterangkan oleh Kirana ekspedisi ini, didukung oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa  ( PBB) dan sejumlah Universitas di Ingris dan Amerika Serikat. Nantinya hasil penelitian akan dikaji di laboratorium universitas tersebut. Selanjutnya akan disebarkan ke seluruh dunia, untuk mengurangi sampah plastik. 

Pada ekspedisi ini, baik kru kapal dan peneliti semuanya perempuan. Kirana akan mulai melakukan ekspedisi pada pekan depan, mulai dari Ingris hingga ke Portugis atau selama dua minggu. Para peserta ekspedisi ini, telah menjalani serangkian tes yang diselengarakan oleh PBB sejak pertengahan tahun ini. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00