Pilkada Makin Dekat, 800 Lebih Warga Kebumen Berpotensi Berhalangan Hadir di TPS

KBRN, Kebumen: Pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 tinggal menghitung hari. Namun status Kebumen di level provinsi Jawa Tengah masih zona merah. Pun berdasarkan peta mikro zonasi yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Kebumen, ada sedikitnya 7 kecamatan di Kebumen yang berstatus zona merah. Merujuk pada Surat Edaran (SE) Bupati Kebumen, wilayah desa/kecamatan yang berlabel merah tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan yang melibatkan kerumunan.

Lalu bagaimana dengan Pilkada?

Ketua KPU Kebumen Yulianto menyatakan, semua tahapan Pilkada telah dan akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan pihaknya baru-baru ini telah mendistribusikan perlengkapan protokol kesehatan TPS ke 26 kecamatan. 

"Aturannya ada, kita patuh pada regulasi. Prinsipnya kami akan sangat ketat. Termasuk dalam seleksi petugas penyelenggara Pilkada," ujar Ketua KPU Yulianto saat ditemui RRI di ruang kerjanya baru-baru ini.

Diakui Yulianto kegiatan KPU dalam mempersiapkan suksesnya Pilkada memang sebagian besar melibatkan banyak orang. Mulai dari rakor dengan stakeholder terkait, pelaksanaan tahapan sosialisasi tahapan, hingga bimbingan teknis (Bimtek) bagi para petugas.

"Ini era baru yang baru kali ini kita alami ya. Upaya yang mungkin untuk ditempuh agar Covid-19 tidak semakin berlarut, pasti kita lakukan. Bimtek kami lakukan bertahap. Perangkat sosialisasi seperti rekrutmen Relawan Demokrasi syaratnya kami perketat dan jumlahnya kami batasi. Kami optimis Pilkada aman dari terbentuknya klaster," yakin Yulianto.

Senada, Sekretaris KPU Kebumen Handoyo menyampaikan penerapan protokol kesehatan yang ketat telah dan akan terus dilaksanakan. Tidak saja kepada petugas penyelenggara Pilkada, namun kepada semua yang terlibat. Ia mencontohkan, dalam semua proses distribusi logistik semua yang terlibat telah melalui uji rapid dan hasilnya harus non reaktif.

"Tidak hanya petugas kami yang harus steril. Prakteknya, jika kami memerlukan bantuan pihak ketiga, misalnya pengemudi kendaraan distribusi, itupun harus melalui uji rapid. Sebelum dilepas ke lokasi distribusi juga harus dicek suhu dan wajib sterilkan tangan," terang Handoyo usai melepas truk distribusi perlengkapan protokol kesehatan, Minggu (29/11/2020).

Kepala Bidang Informasi Publik Satgas Covid-19 Kebumen Cokroaminoto mengakui tren kenaikan jumlah pasien dirawat karena terindikasi maupun positif Covid-19 di Kebumen masih menujukkan tren kenaikan. Namun ia membantah jika kondisi ini dipicu mengendurnya ketegasan Satgas Covid-19 dalam mendisiplinkan masyarakat. Pemkab Kebumen melalui Satgas yang telah terbentuk jauh hari masih terus melakukan operasi Yustisi penggunaan masker di sejumlah tempat.

"Bahkan kami tidak hanya menyasar tempat publik seperti alun-alun, pasar, ataupun jalan raya. Kantor pemerintahan pun kami terus pantau," ujar Cokroaminoto.

Keseriusan Pemkab Kebumen untuk segera bebas dari zona merah dilakukan melalui tindakan nyata di lapangan dan dengan menyusun regulasi yang terus diperbarui. Terbaru, Pemkab Kebumen tengah menyiapkan kebijakan baru terkait pencegahan covid-19. Kebijakan ini dirumuskan menanggapi tren kenaikan angka kasus yang mengkhawatirkan.

"Saat ini sedang kami ajukan ke Bupati untuk mendapat masukan dan penyesuaian-penyesuaian. Harapannya, ini dapat menjadi acuan bagi semua pihak agar makin disiplin, dan memperoleh kesadaran bahwa kedisiplinan terhadap protokol pencegahan Covid-19 adalah agar diri kita masing-masing aman," tambahnya.

Disinggung terkait Pilkada, Cokro mengakui KPU Kabupaten Kebumen terus berkordinasi dengan Satgas Covid-19 terkait pelaksanaan berbagai tahapan Pilkada. Seperti halnya teknis pemenuhan hak suara bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri.

"Kami sampaikan, hingga kemarin (29/11/2020) total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen tercatat  2.447 orang. Dari sejumlah kasus terkonfirmasi itu, ada 212 pasien dirawat di fasilitas kesehatan, 597 menjalani isolasi, dan ada 4 pasien yang kami rujuk ke faskes di luar Kebumen," rincinya.

Dari data tersebut, terdapat 813 warga Kebumen yang berpotensi berhalangan hadir di TPS. Dalam rapat-rapat bersama KPU, terdapat kesepakatan bahwa warga dengan status isolasi maupun dirawat akan dikunjungi oleh petugas KPU untuk dapat menyalurkan hak suaranya.

"Dalam regulasi KPU kan petugas KPU harus didampingi tenaga medis juga dari panwas. Jumlah pasien yang tidak sedikit tentu membutuhkan koordinasi antara kami selaku Satgas dan KPU selaku penyelenggara Pilkada bagaimana teknis di lapangan nanti," tandas Cokro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00