Kades Enggan Mundur, Warga Adimulyo Ancam Gelar Unjuk Rasa Setiap Minggu

KBRN, Kebumen: Ratusan warga Desa Adimulyo, Kecamatan Adimulyo Kebumen Kamis (2/7/2020) berbondong-bondong mendatangi balaidesa setempat dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Kedatangan warga ini menuntut agar kepala desa Adimulyo, Mulyono, mundur dari jabatannya. Warga menduga, kepala desa melakukan perselingkuhan dengan salah seorang warganya yang masih berstatus istri orang.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) P3A Kebumen turun langsung melakukan pertemuan untuk memediasi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan warga, Pemerintah desa, dan Forkopimcam Adimulyo. Hingga akhir mediasi, sang Kades bergeming mempertahankan jabatannya.

Kepada RRI, Kuasa Hukum warga, Yuli Ikhtiarto menegaskan, tuntutan masyarakat hanyalah agar kepala desa mundur dari jabatan karena perselingkuhan Kepala Desa dengan salah satu warga SNK (29), kata Yuli Ikhtiarto sangat mencoreng nama baik desa Adimulyo.

"BPD sudah melakukan hal ini kepada Bupati. Karena gak mau mundur, kedepan kami berencana untuk seminggu sekali melakukan aksi. Kemungkinan sampai ke Pendopo Bupati agar penon aktifan saudara Mulyono segera terwujud," tegas Kuasa Hukum Yuli Ikhtiarto.

Terkait tuduhan warga, Kades Mulyono tidak menampik dugaan perselingkuhan yang dialamatkan kepadanya. Namun ia menegaskan, permasalahan tersebut telah terselesaikan secara kekeluargaan pada 22 April 2020. Dirinya pun mengaku sudah melakukan permohonan maaf dihadapan masyarakat. Terkait tuntutan mundur yang disampaikan, ia meminta masyarakat untuk menghormati proses hukum yang berjalan. Baik yang ditangani pihak kepolisian maupun laporan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) kepada Bupati.

"Masalah ini mencuat karena ada pihak-pihak tertentu (yang memantik). Itu tadi yang mengatasnamakan forum komunikasi masyarakat Adimulyo adalah rival kami semua di Pilkades 2019," ujar Kades Mulyono

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00