Desa Di Kebumen Jadi Pilot Project Program Tele Sehat Desa Kemenkes RI

KBRN, Kebumen: Bertepatan dengan hari lahir Pancasila, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program Tele Sehat Desa, Senin (1/6/2020). Melalui program ini, masyarakat bisa melakukan konsultasi kesehatan secara gratis tanpa harus bertatap muka dengan dokter. Peluncuran program Tele Sehat Desa dipusatkan di Kabupaten Kebumen. Secara terpisah, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen melakukan peluncuran dari dua tempat berbeda.

Dari pendopo rumah dinas, Bupati KH Yazid Mahfudz secara resmi meluncurkan program yang dalam waktu dekat akan digalakkan menjadi program nasional ini.

"Hari ini, bertepatan dengan hari lahir Pancasila dan dengan mengharap Ridlo Tuhan Yang Maha Esa, saya Bupati Kebumen menyatakan Program Tele Sehat Desa secara resmi diluncurkan," kata Bupati.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, Program Tele Sehat Desa ini merupakan bagian dari Digital Health Care yang menjadi bagian penting bagi Indonesia dalam menyambut era digital 4.0.

"Program ini akan mempersatukan para dokter desa sebagai pengendali sistem dengan masyarakat sekitarnya, untuk mengatasi permasalahan kesehatan secara cepat dan benar," lanjut Bupati Yazid Mahfudz.

Terpisah, Wakil Bupati Arif Sugiyanto juga melakukan peluncuran program di lapangan, tepatnya di desa yang menjadi pilot project nasional program Tele Sehat Desa yaitu desa Ambal Kliwonan Kecamatan Ambal, Kebumen. Dipilihnya desa ini, selain karena kecamatan Ambal merupakan zona hijau, juga karena di desa Ambal Kliwonan telah ada program serupa yang telah berjalan sejak 2017 bernama program Dering Keluarga.

"Kami sampaikan terimakasih kepada Kementerian Kesehatan RI, Ambal Kliwonan menjadi awalan untuk percontohan seluruh Indonesia," kata Wakil Bupati Arif Sugiyanto usai acara.

Lebih lanjut dijelaskan Arif Sugiyanto, salah satu keunggulan program tele sehat desa ini adalah posisi geografis dokter yang dekat dengan masyarakat. Melalui aplikasi yang sudah bisa diunduh di ponsel pintar, program ini juga menyediakan fitur Panic Button yang bisa digunakan masyarakat jika membutuhkan pertolongan darurat dan segera.

"Ketika ada hal yang urgent, masyarakat bisa gunakan Panic Button agar nanti segera di respon oleh okter terdekat. Program ini juga bukan hanya untuk Corona, ini terbuka untuk urusan kesehatan yang lain termasuk misalnya sakit jantung. Ibu hamil juga bisa berkonsultasi melalui aplikasi ini," terang Wakil Bupati.

Penelusuran RRI, prasarana untuk program konsultasi kesehatan secara digital ini sudah tersedia dalam versi laman (website). Masyarakat yang hendak memanfaatkan program ini dapat mengakses http://telesehat.kemenkes.go.id. Adapun untuk versi aplikasi ponsel pintar dapat dicari di pasar aplikasi dengan kata kunci "Sehat Pedia". Aplikasi ini akan memfasilitasi masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter-dokter mulai dari dokter puskesmas, dokter keluarga, dokter klinik, hingga dokter gigi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00