Konflik Lahan TNI vs Rakyat, Ratusan Warga Urut Sewu Geruduk Pendopo Bupati Kebumen

KBRN, Kebumen: Pernyataan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz bahwa konflik tanah antara TNI dan rakyat di kawasan Urut Sewu telah menemui kesepakatan, menuai reaksi warga. Senin (27/1/2020) ratusan warga dari 3 kecamatan mendatangi Pendopo Rumah Dinas Bupati untuk mempertanyakan hal tersebut.

Konflik sengketa lahan antara TNI dengan warga kawasan Urut Sewu sebenarnya telah terjadi sejak belasan tahun silam. Warga merasa punya bukti kepemilikan atas tanah mereka, tetapi Mabes TNI mengklaim lahan tersebut merupakan tanah negara yang diperuntukkan sebagai tempat latihan bagi TNI.

Kuasa hukum warga Urut Sewu Teguh Purnomo mengatakan, masyarakat mempertanyakan status tanah yang disebut sebagai GG1 dan GG2 dalam peta minout keluaran Mabes TNI. Tanah GG1 dalam peta disebut merupakan milik negara yang dimanfaatkan oleh TNI untuk latihan. Sedangkan GG2 yang merupakan wilayah di sisi utara yang selama ini dimanfaatkan oleh warga sebagai lahan pertanian dan area pemakaman. 

"Maksud kami datang kesini adalah untuk tabayyun, bertanya. Dan ini saya rasa adalah hal baik daripada nanti di belakang warga main hakim sendiri dengan merobohkan pagar yang dibangun oleh TNI," jelas Teguh Purnomo.

Kedatangan warga Urut Sewu didampingi tokoh Urut Sewu Bersatu (USB) Widodo Sunu Nugroho beserta 3 Kuasa hukum Teguh Purnomo, Kasran dan Muhammad Fandi Yusuf. Warga juga membentangkan spanduk bertuliskan berisi penolakan sertifikasi tanah kawasan Urut Sewu.

Menjawab pertanyaan warga, Bupati mengatakan pengelompokan lahan dimaksud sudah melalui berbagai tahapan yang ditempuh oleh Mabes TNI dan BPN. Pihaknya meyakinkan warga bahwa cara ini adalah cara terbaik menyelesaikan konflik lahan yang seakan tak berkesudahan ini.

"Tolong saya diberi kepercayaan untuk menyelesaikan. Karena ini rumit, tidak hanya tingkat kabupaten tapi juga sampai Jakarta (Mabes TNI red)," pinta Bupati.

Yazid menambahkan, dalam penyelesaian kasus ini Pemkab Kebumen bersama BPN memegang prinsip jangan sampai ada yang dirugikan. Baik itu warga maupun TNI. Karenanya ia berjanji akan memprioritaskan proses sertifikasi tanah agar warga memiliki bukti kepemilikan secara legal formal.

Hadir dalam audiensi warga Urut Sewu Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud didampingi Sekda, Dandim 0709/Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan, dan Kepala BPN Perwakilan Kebumen Tugas Dwi Padma. Hadir pula sejumlah pimpinan OPD Pemkab Kebumen seperti Kepala Kantor Kesbangpol Nur Taqwa Setiyabudi, Kabag Tapem Agus Susanto dan para Camat di wilayah Urut Sewu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00