Pengusaha Pengolahan Kayu di Kebumen Raih Sertifikasi SVLK

KBRN, Kebumen: Sejumlah pengusaha pengolahan kayu dibawah KSU Taman Wijaya Rasa (Kostajasa) Kebumen sukses memperoleh sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK). SVLK merupakan suatu sistem yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mencegah atau menghentikan pembalakan liar (illegal logging). Sertifikat SVLK diserahkan Kabid Penataan dan Pemanfaatan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) provinsi Jawa Tengah Ammy Rita Manulu, Kamis (16/9/2021).

Dijelaskan Ammy Rita, SVLK adalah alat dan mekanisme untuk menilai keabsahan kayu yang diperdagangkan atau dipindahtangankan berdasarkan pemenuhan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adanya SVLK juga dalam rangka memperbaiki administrasi tata usaha kayu hutan secara efektif.

"Dengan memiliki sertifikasi ini, pengusaha kayu bisa memasarkan komoditinya hingga pasar Internasional. Karena di pasar Internasional, SVLK ini menjadi syarat utama legalitas kayu," terang Ammy di aula RM Yunani Kebumen usai acara.

Lebih lanjut Ammy menyatakan kebanggaannya terhadap Kostajasa Kebumen yang telah sukses mendorong para pelaku usaha kayu untuk tertib adminsitrasi, salah satunya dengan mengikuti verifikasi SVLK ini. Setelah diperolehnya sertifikasi ini, pengusaha kayu bisa meminimalisir adanya pemeriksaan-pemeriksaan yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

"Untuk mau dan mampu menjalani proses menuju SVLK ini perlu merubah mindset dulu, dan Kostajasa dengan segala support sistemnya berhasil melakukan ini," ujarnya didampingi Kepala Bappeda Kebumen Pudji Rahaju. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kostajasa Sunarto mengungkapkan cara meyakinkan pengusaha pengolahan kayu agar mau mengurus sertifikasi SVLK. Disampaikannya, proses yang Kostajasa lakukan tidak serta merta namun dengan meyakinkan secara pelan termasuk dengan mendatangi satu persatu tempat usaha milik anggota Kostajasa.

"Yang utama kami bangun jaringan pemasarannya dulu. Dengan pasar yang tersedia yaitu pasar internasional, kami mengajak. Apa sih gunanya sertifikasi kalau (jaringan) pasarnya tidak dibangun," beber Sunarto.

Hingga tahun 2021 ini, Kostajasa telah menaungi sedikitnya 27 Kelompok Tani Hutan (KTH) di 25 desa yang tersebar di 6 wilayah kecamatan di Kabupaten Kebumen. Untuk anggota di wilayah Kabupaten Banyumas, dikatakan Sunarto baru sebagian dari para pengusaha Sawmill.

"Mudah-mudahan kedepannya kami bisa bekerjasama dengan pemerintah desa baik di kabupaten maupun hingga level provinsi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00