Pasca TMMD Reguler Brebes, Harga Tanah Akan Naik Drastis

KBRN Brebes: TMMD Reguler Brebes, memicu harga tanah akan naik drastis

Itulah yang disampaikan Sutomo (52), kaos kuning, warga Dukuh Kutagaluh RT/RW. 02, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terhadap harga tanah sawah dan ladang tadah hujan, di kanan-kiri jalan TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes. Minggu (20/9/2020).

Bukan tanpa alasan keyakinan dari lelaki paruh baya tersebut, selama ini areal sawah yang sedang dibuka alat berat milik Kodim Brebes itu, mayoritas ditelantarkan para pemilik lahan di desanya dan desa sekitarnya karena tandus saat musim kemarau.

“Areal persawahan yang sedang dibuka jalan 2,2 kilometer dengan lebar sampai 6 meter itu, adalah sawah dan ladang tadah hujan. Para pemilik lahan lebih memilih menidurkan lahan mereka karena jika dipaksakan digarap, biaya produksinya tak sebanding dengan hasil panen,” bebernya.

Menurutnya juga, akses jalan tembus yang akan membuka keterisoliran 100 KK Dukuh Kedung Kandri, Desa Kalinusu itu, akan membuka perkembangan perumahan khususnya warga Kedung Kandri untuk mendekat ke desanya.

Tak hanya itu, akses jalan baru itu juga akan membuka pengelolaan tanah kas desa (bengkok) gabungan 5 desa yang dilalui jalan TMMD, yaitu milik Desa Kalilangkap, Kalisumur, Pamijen, Kaliwadas, dan Kalinusu.

Tanah bengkok seluas 35 hektar itu rencananya akan dikelola bersama oleh 5 Bumdes untuk dijadikan agrowisata pertanian terpadu. (Aan)

 Itulah yang disampaikan Sutomo (52), kaos kuning, warga Dukuh Kutagaluh RT/RW. 02, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terhadap harga tanah sawah dan ladang tadah hujan, di kanan-kiri jalan TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes. Minggu (20/9/2020).

Bukan tanpa alasan keyakinan dari lelaki paruh baya tersebut, selama ini areal sawah yang sedang dibuka alat berat milik Kodim Brebes itu, mayoritas ditelantarkan para pemilik lahan di desanya dan desa sekitarnya karena tandus saat musim kemarau.

“Areal persawahan yang sedang dibuka jalan 2,2 kilometer dengan lebar sampai 6 meter itu, adalah sawah dan ladang tadah hujan. Para pemilik lahan lebih memilih menidurkan lahan mereka karena jika dipaksakan digarap, biaya produksinya tak sebanding dengan hasil panen,” bebernya.

Menurutnya juga, akses jalan tembus yang akan membuka keterisoliran 100 KK Dukuh Kedung Kandri, Desa Kalinusu itu, akan membuka perkembangan perumahan khususnya warga Kedung Kandri untuk mendekat ke desanya.

Tak hanya itu, akses jalan baru itu juga akan membuka pengelolaan tanah kas desa (bengkok) gabungan 5 desa yang dilalui jalan TMMD, yaitu milik Desa Kalilangkap, Kalisumur, Pamijen, Kaliwadas, dan Kalinusu.

Tanah bengkok seluas 35 hektar itu rencananya akan dikelola bersama oleh 5 Bumdes untuk dijadikan agrowisata pertanian terpadu. (Aan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00