Ini Tiga Lokasi Sasaran, Operasi Ketupat Candi 2021 Tim Gabungan Di Kabupaten Brebes

KBRN, Brebes : Operasi Ketupat Candi 2021 oleh tim gabungan di wilayah Kabupaten Brebes difokuskan pada 3 lokasi, terkait larangan mudik lebaran. 

Di wilayah Kabupaten Brebes, Operasi Ketupat Candi 2021, dilakukan secara lintas sektoral untuk pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta penyekatan kendaraan yang akan masuk ke Jawa Tengah  melalui Jawa Barat.

“Pos penyekatan di Brebes ada 3 titik fokus, yaitu di Pos Terpadu Terminal Truk Kecipir (Jalan Pantura), Desa Kecipir, Kecamatan Losari, kedua di Exit Tol Pejagan, dan pos penyekatan ketiga berada di Desa Bojongsari Kecamatan Losari, dimana ini merupakan jalur tikus yang biasa digunakan mobil-mobil travel dari Jakarta melalui Ciledug masuk ke Brebes.” Kata Wakil Bupati, Narjo, SH.MH, Rabu (5/5/2021), dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Mapolres Brebes.

Apel gelar pasukan di Mapolres Brebes, dikuti 250 peserta gabungan dari personel Polres, Kodim 0713, Subdenpom IV/1-4, BPBD, Dishub, Satpol PP, dan Damkar. 

Narjo membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang intinya Operasi Ketupat Candi 2021, diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 12 hari, mulai dari tanggal 6-17 Mei 2021.

Dikatakan,  menjelang Idul Fitri 1442 H, tren kasus baru covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 %, dengan pemicu adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya jelang akhir bulan suci Ramadhan, sehingga atas dasar itu pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini.

Menurut Kapolri, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan hasil survei dari Kementerian Perhubungan, masih terdapat 7 % atau 17,5 juta orang dari 81 juta orang yang biasa melakukan pergerakan mudik. Jadi kebijakan larangan mudik minimal dapat mengurangi resiko penambahan kasus baru virus corona.

Kapolri menekankan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Candi kali ini dilakukan humanis dan dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto”. (aan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00