BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selatan Jawa Tengah

KBRN, Cilacap: BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap,  memperingatkan penguna perairan  selatan Jawa Tengah untuk mewaspadai gelombang tinggi. 

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan gelombang tinggi ini terjadi mulai Rabu - Jumat (12- 14 / 8/2020), akibat adanya faktor angin timuran yang saat ini terjadi di Samudra Hindia. 

Kecapatan angin mencapai 20 knot, yang menyebabkan gelombang tinggi mencapai lebih dari 4 meter di samudra, dan 2- 3 meter di pantai. Kondisi ini sangat membahayakan aktivitas nelayan, terutama nelayan yang mempergunakan kapal berukuran kecil. 

Teguh Wardoyo di Cilacap meminta untuk para nelayaan agar memperhatikan tinggi gelombang ini. Selain itu, bagi wisatawan yang berada di sepanjang pantai selatan Jawa untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi yang tiba- tiba terjadi. 

Untuk itu, sebaiknya wisatawan agar tidak, mandi di pantai sampai peringatan gelombang tinggi dicabut oleh pihaknya.

" Aktivitas angin yang cukup kencang di samudra, kita pantau sampai dengan kecepayan 20 knot. Dampaknya gelombang menjadi tinggi, baik di samudra ataupun di perairan," jelas Teguh Wardoyo.

Teguh Wardoyo juga menjelaskan peluang hujan di wilayah Banyumas dan Cilacap, pada puncak musim kemarau.  Karena adanya pengaruh La Nina  yang terjadi di Selatan Jawa. 

Sehingga kemarau yang terjadi, merupakan kemarau basah, bahkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang Selasa (11/8/2020) malam terjadi di wilayah Jawa Tengah.

" Pengaruh La Nina ini menyebabkan pengaruh hujan saat kemarau, walaupun hujan yang terjadi kreterianya ringan sampai dengan sedang,"kata Teguh.

Sementara itu, untuk wilayah Banyumas dan Cilacap, diperkirakan akan mulai memasuki musim penghujan pada Oktober 2020. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00