Kelima Kalinya, Bangkai Penyu Ditemukan di Pantai di Cilacap

Bangkai Penyu Hijau yang ditemukan di Pantai Teluk Penyu, Sabtu (8/8/2020)

KBRN, Cilacap : Seekor penyu hijau ditemukan dalam keadaan mati di Pantai Teluk Penyu Cilacao, Sabtu (8/8/2020). Penemuan bangkai penyu di perairan sepanjang Cilacap ini merupakan kelima kalinya.

Bangkai penyu hijau ini ditemukan oleh warga di sekitar areal 70 Pantai Teluk Penyu Sabtu siang. Penyu tersebut berukuran panjang 70 cm dan lebar sekitar 30 cm.

Ketua Masyarakat Mitra Polhut Nusakambangan Timur (MMP NKT) Tarmuji mengatakan jika anggotanya bersama Pandu Nusa Buana langsung menguburkan bangkai penyu di pinggir pantai, usai mendapatkan adanya informasi keberadaan bangkai penyu.

"Berdasarkan laporan warga dan pedagang kepada BKSDA Resor Konservasi Wilayah II Cilacap, terkait keberadaan penyu tersebut, sehingga sebagai mitra Polhut, kami menguburkan bangkai penyu tersebut," katanya.

Menurutnya, bangkai penyu ini merupakan yang pertama kalinya ditemukan di Pantai Teluk Penyu pada tahun 2020 ini. Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab matinya penyu tersebut.

"Menurut prediksi tadi saat kami periksa dan diamati. Kaya nya tersangkut jaring terlalu lama, dan tidak di ketahui nelayan. Lalu terlepas sendri dari jaring, karena tidak ada luka bekas benda keras dan atau tajam," katanya.

Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Jumawan mengatakan jika pendaratan bangkai penyu hijau tersebut menjadi yang kelima di tahun 2020.

"Sejak pendaratan pertama Bulan Juli, ini yang ke lima," ujarnya.

Temuan pertama bangkai Penyu Lekang di Pantai Glempang Pasir Adipala pada awal Bulan Juli. Penemuan kedua dan ketiga berada di pantai Sodong Adipala, dan penyu yang ditemukan pun jenis Penyu Lekang.

Selanjutnya bangkai Penyu Belimbing di Pantai Jetis Nusawungu, yang dikuburkan pasa Jumat (7/8/2020), lalu penemuan bangkai penyu hijau di Pantai Teluk Penyu, pada Sabtu siang.

"Mengenai penyebab kematian beragam, mulai dari terperangkap jaring nelayan, bisa terkena baling-baling kapal, atau terbentur karang ketika musim arus kencang," ujarnya. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00