Kejari Cilacap Tangkap Buronan Kasus Pertamina Marine di Sleman

Tersangka kasua korupsi Pertamina Marine Region IV Cilacap diamankan Kejaksaan Negeri Cilacap di Sleman, Selasa (4/8/2020)

KBRN, Cilacap : Kejaksaan Negeri Cilacap berhasil mengamankan Paulus Andriyanto (49) tersangka kasus korupsi di Pertamina Marine Region IV Cilacap, Selasa (4/8/2020). Buronan ini diamankan di rumahnya di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

Dengan menggunakan mobil innova bernomor polisi R 9509 BK ini, tim dari Kejaksaan Negeri Cilacap yang membawa tersangka tiba di Kantor Kejaksaan Cilacap sekitar pukul 20.38 WIB.

Tersangka langsung dibawa ke poliklinik Kejaksaan untuk di cek kesehatan, dan sekaligus di rapid dan hasilnya non reaktif.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Timotius Tri Ari Mulyanto mengatakan jika penangkapan terhadap tersangka berkat kerjasama tim intelejen Kejaksaan Tinggi DIY, Kejaksaan Negeri Sleman, tim Kejaksaan Negeri Cilacap, dan juga dari KPK RI.

"Selasa pagi tim bergerak dan sore sekitar pukul 15.00 WIB lebih, berhasil menangkap PA, penangkapan ini merupakan program tabur (tangkap buron) DPO dan bekerjasama dengan instansi terkait," ujarnya pada konfrensi per dengan wartawan.

Mantan pegawai BUMN ini diamankan setelah tim kejaksaan sejak 27 Juli kembali mengintensifkan pencarian, dan mendapatkan informasi jika yang bersangkutan berada di rumahnya. Setelah memastikan dengan dokumen yang ada termasuk foto, tersangka yang sudan buron selama 23 bulan, diamankan oleh tim gabungan.

"Dalam penangkapannya tidak terjadi perlawanan, meski sempat mengelak jika namanya Andriyanto, bukan Paulus, tapi memang lengkapnya Paulus Andriyanto," kata Kajari didampingi Kasi Pidsus Muhammad Hendra Hidayat, Kasi Intel Hery Soemantri, dan jaksa fungsional Slamet.

Kajari mengatakan jika pada 25 September 2018, dilakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di Pertamina Marine Regoin IV Cilacap, akan tetapi dalam proses penyelidikan terhenti karena tersangka ditetapkan sebagai DPO.

Dengan tertangkapnya tersangka, maka proses penyidikan kembali dilakukan. Pasalnya, sejak ditetapkan sebagai tersangka, PA belum pernah dimintai keterangan, meski sudah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali.

"Ini sudah ditangkap, sudah bertemu, kita akan selidiki, yang bersangkutan bekerja sendiri atau ada yang lain," ujarnya.

Dikatakan jika tersangka sebelumnya merupakan Senior Supervisor Administration di Pertamina Marine Cilacap. Pada Bulan Mei sampai Juni tajun 2018, yang bersangkutan diberikan kekuasaan sebagai pemegang cash kredit untuk pengelolaan dana di perusahaan tersebut, salah satunya BNPB pelabuhan.

"Dalam satu tahun dianggarkan sebanyak Rp 24 miliar lebih, dan batas limit per bulan Rp 2,2 miliar. Dalam perjalananya, pada Bulan Juni, tidak bisa mempertanggung jawabkan pengelolaan keuangan, setelah dilakukan perhitungan, negara mengalami kerugian sekitar Rp 4,36 miliar," katanya.

Tersangka juga telah diberikan haknya, dengan didampingi oleh pengacara. Ibnu Gunawan, pengacara tersangka mengatakan akan mengikuti proses penyidikan.

"Lihat perkembangan, ini masih dini, belum bisa saya kasih jawaban yang panjang lebar, yang penting sudah ada titik terang," katanya. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00