Dirjenpas Pindahkan 41 Bandar Narkoba ke Nusakambangan

Dirjenpas Kemenkumham Reinhard Silitonga memberikan keterangan pers terkait pemindahan 41 bandar narkoba ke Nusakambangan, Jumat (5/6/2020)
Kapal Pengayoman yang menyebrangkan rombongan dari Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong Nusakambangan

KBRN, Cilacap : Sebanyak 41 bandar narkoba dari berbagai lembaga permasyarakatan dipindahkan ke Lapas di Nusakambangan, Jumat (5/6/2020). Narapidana ini akan ditempatkan di Lapas Batu dan Lapas Karanganyar, yang merupakan Lapas high risk atau Super Maximum Security.

Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Brigjen Reinhard Silitonga mengatakan jika para napi ini dibawa dari lapas masing-masing pada Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 24.00 WIB, dan sampai di Nusakambangan sekitar pukul 04.00 WIB. Pemindahan dikawal oleh Polda Jawa Tengah dan juga Polres Cilacap.

“Ada sebanyak 41 orang bandar narkoba yang dipindahkan ke Nusakambangan, 10 napi dengan hukuman mati, dan 11 hukuman seumur hidup,” ujarnya di Pos Dermaga Wijayapura, kepada wartawan.

Reinhard menjelaskan pemindahan ini berdasarkan assasmen dari Kantor Wilayah DKI Jakarta, Kanwil Banten yang melakukan assasmen kepada narapidana. Selain itu juga berdasarkaan informasi dari Bareskrim Maber Polri, Kejaksaan Agung dan dari BNN.

Narapidana yang dipindahkan diantaranya yakni 21 narapidana dari Lapas Kelas 1 Cipinang, 7 narapidana dari Rutan Kelas 1 Salemba, 3 narapidana dari Lapas Narkotika Kelas II Jakarta, 4 narapidana Lapas Kelas 1 Tanggerang, 1 napi dari Lapas Kelas 2  Cilegon, 4 napi dari Lapas Kelas 2 Pemuda Tanggerang, satu narapidana dari Lapas Kelas II Serang.

Dikatakan, pemindahan merupakan bukti dari Dirjenpas bahwa para bandar narkoba akan dipindahkan ke Nusakambangan. Pemindahan ini merupakan rangkaian pertama, dan akan dilanjutkan dengan pemindahan narapidana terutama bandar narkoba lainnya.

“Dengan tindakan pemindahan Bandar narkoba ini, kami harapkan peredaran narkoba dapat berkurang di Indonesia,” katanya. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00