Polres Cilacap Mengecek Persiapan Penerapan Tatanan Kehidupan Baru

KBRN, Cilacap : Kepolisian Resor Cilacap bersama dengan Tim Gugus Tugas mulai memeriksa sejumlah sarana dan prasarana pendukung di sejumlah tempat. Sebagai persiapan akan dilaksanakannya tatanan kehidupan baru, atau New Normal.

Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan pengecekan dilakukan, agar nantinya jika diberlakukan kembali aktifitas seperti sebelm ada pandemi, maka tidak berpotensi terjadi penambahan kasus pasien terkonfirmasi Covid-19.

“TNI Polri dan Tim gugus Tugas mengecek kesiapan, jangan sampai dengan pemberlakuan kembali atau  dibukanya aktifitas, maka akan menambah kluster baru Covid-19,” katanya. 

Beberapa tempat yang sudah dilakukan pengecekaan, sesuai dengan fase pertama, yakni mulai dari industri, jasa bisnis, maupun sektor kesehatan seperti rumah sakit dan juga apotek.

“Sudah ada sekitar  8 industri dan 12 apotek yang sudah dilakukan pengecekan, dan tempat-tempat tersebut sudah siap melaksanakan protokol kesehatan yang disyaratkan oleh Tim gugus Tugas,” ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan tempat-tempat tersebut sudah dilengkap dengan sarana prasarana seperti cuci tangan, batas pengunjung, alat pengecek suhu, dan pengaturan jumlah pengunjung.

Polres Cilacap dan tim gugus tugas juga melakukan sosialisasi kepada tempat-tempat lainnya, seperti sekolah, tempat ibadah, jika nantinya pemerintah mulai membuka kembali, maka sarana dan prasarana di tempat tersebut sudah siap

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, yang mengatakan persiapan menuju ke tatanan kehidupan baru sudah mulai dilakukan. Meskipun demikian, tatanan kehidupan baru ini baru akan dilaksanakan jika Cilacap sudah berubah menjadi zona hijau.

“Pemkab Cilacap bersama Gugus Tugas berusaha sekuat mungkin agar Cilacap menjadi zona hijau, jika sudah zero penularan Covid-19, pasti saya akan umumkan New Normal di Cilacap,” katanya.

Sampai Minggu 31 Mei 2020, sudah ada sebanyak 48 kasus positif Covid-19 di Cilacap, dengan rincian, 21 orang masih dilakukan perawatan, 26 orang sembuh dan satu orang meninggal dunia. Sementara untuk pasien dalam pengawasan ada sebanyak 30 orang, dan masih ada 10 orang dalam pemantauan. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00