Pemilik 5,5 Kg Petasan yang Meledak dan Hancurkan Rumah di Gandrungmangu Cilacap, Terancam 8 Tahun Penjara

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi memperlihatkan barang bukti sisa bahan petasan yang meledak di Gandungmangu, Cilacap

KBRN, Cilacap - Polres Cilacap mengamankan ZU (25) pemilih bahan petasan yang meledak di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, apda 30 April 2021 lalu.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan jika bahan petasan yang meledak tersebut, akan digunakan untuk membuat petasan berukuran kecil-kecil dan akan dinyalakan pada malam takbir dan juga Hari Raya Idulfitri.

Namun, nahas, sebelum perayaan Idul Fftri, bahan peledak sebanyak 5,5 kg yang disimpan di rumah  saudaranya, meledak.

“Sekira ba’da Ashar atau 15.30 WIB terjadi ledakan yang mengakibatkan satu rumah roboh dan dua rumah tetangganya mengalami rusak ringan,” kata Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi.

Bahan petasan tersebut baru di beli sehari sebelum ledakan terjadi, atau pada 29 April 2021. ZU membeli melalui media sosial, dan pembayaran dilakukan dengan bertemu di Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten.

ZU baru membuat sekitar 34 selongsong petasan, bersama dengan bahan petasan disimpang di rumah kakaknya, pada bagian tengah.

“Bahan yang disimpan di bagian tengah rumah karena atap cukup pendek, dan suasana panas, pengap, memicu bahan petasan meledak,” ujar Kapolres.

ZU mengatakan jika membeli bahan petasan, hanya untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri, pasalnya tahun 2020 lalu, tidak ada kegiatan membunyikan petasan.

“Ini beli seharga Rp625 ribu, secara online,” katanya.  

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, ZU dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 187 (1) bis KUHP, dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00