Wajib Rapid Antigen di Banyumas Hanya Untuk Pengunjung Dari Luar Kota

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono

KBRN, Purwokerto : Menindaklanjuti pelaksanaan PPKM di Banyumas yang dinilai kurang efektif, Pemkab Banyumas memberlakukan kebijakan wajib negatif rapid antigen untuk dapat masuk ke wilayah Banyumas.

Pemkab telah membentuk tim untuk melakukan penjagaan di sejumlah titik di perbatasan Banyumas.

“Dasar hukumnya sudah ada, sekarang dibentuk tim yang sewaktu-waktu akan bergerak di lima titik,” kata Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono saat ditemui RRI usai rapat koordinasi di Pendapa Si Panji, Rabu (20/1/2021).

“Orang yang kerjanya di Purwokerto tapi rumahnya Purbalingga kan takut juga, untuk Banyumas Raya itu hanya menunjukkan surat kerja saja. Yang diwajibkan adalah yang dari luar kota yang tujuannya ke Banyumas,” imbuhnya.

Screening di titik perbatasan Banyumas akan diberlakukan sampai masa PPKM berakhir. Semua unsur terkait baik dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Dinkes akan terlibat dalam penjagaan tersebut.

“Untuk operasinya yang menentukan waktu adalah pak Bupati agar tidak bocor,” ungkapnya.

Bagi masyarakat dari luar Banyumas Raya yang berkepentingan masuk ke Banyumas namun tidak dapat menunjukkan hasil rapid antigen negatif dapat langsung menjalani tes tersebut yang disediakan di setiap titik penjagaan dengan biaya mandiri.

Wahyu tidak menyebut berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk rapid di tempat penjagaan namun sesuai standar yang berlaku biaya maksimal untuk menjalani rapid antigen adalah Rp 250 ribu. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00