Henny Soetikno Pimpin IBI Kabupaten Banyumas

KBRN, Purwokerto: Henny Soetikno, S.Si.T, M.Kes terpilih menjadi ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Banyumas periode 2020 - 2025 pada musyawarah cabang (Muscab) IBI di Purwokerto beberapa waktu lalu. 

Henny menggantikan Pudji Hastutik W, Amd.Keb ketua sebelumnya.

Muscab yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banyumas H. Sadewo Tri Lastiono tersebut dihadiri oleh segenap pengurus cabang dan anggota IBI Kabupaten Banyumas melalui perwakilan anggotanya, wakil dari IBI Pengurus Daerah Jawa Tengah dan tamu-tamu undangan yang terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto S.Kes M.Kes, Agus Nugroho M.Kes Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kabupaten Banyumas.

Ketua Panitia Muscab, Naluri Wiedyaningsih, SKM. MKes mengatakan Muscab kali ini mengusung tema "Saatnya Bidan dan Perempuan Bersatu, Bergerak Bersama untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Menuju Indonesia Maju".

"Muscab IBI adalah forum musyawarah tertinggi organisasi IBI di tingkat kabupaten, juga sebagai konsolidasi serta pembinaan organisasi tingkat ranting dan anggota," katanya Senin (30/11/2020).

Muscab biasanya dilakukan sekali dalam satu masa bakti kepengurusan dan dilaksanakan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah Musda.

Namun pada masa pandemi saat ini, Muscab diselenggarakan tidak seperti rangkaian sebelumnya. 

"Muscab saat ini mengikuti protokol kesehatan dengan meminimalkan berkumpulnya anggota IBI dalam jumlah besar," jelasnya.

Ditempat terpisah Ketua IBI yang baru Henny Soetikno, S.Si.T, M.Kes mengatakan pihaknya bersama kepengurusan yang baru akan mewujud tekad sesuai tema yaitu "Saatnya Bergerak Bersama Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak". 

Menurutnya dari sekian banyak tenaga profesional yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bidan adalah tenaga profesional yang bertanggung jawab dan bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi sejak baru dilahirkan.

"Tugas tersebut menuntut tanggung jawab besar. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawatdaruratan," jelas Henny.

Selain itu menurut Henny sesuai fungsinya IBI akan terus membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga. 

Kemudian membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Selain itu juga untuk meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00