Daop 5 Bersama Pecinta KA, Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

KBRN Purwokerto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menilai keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. 

Pemerintah, operator, dan juga pengguna jalan memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat tercipta,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, dalam kegiatan sosialisasi di perlintasan sebidang di Kabupaten Banyumas.

KAI bersama unsur masyarakat dan Pemerintah kembali melakukan upaya sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang,  diantaranya dengan mengajak Komunitas Pecinta Kereta Api (Rail Fans) serta dinas terkait, melakukan edukasi kepada masyarakat untuk membangun budaya disiplin di perlintasan sebidang dan mematuhi rambu-rambu yang ada. 

Dalam kegiatan ini, KAI bersama Masyarakat membentangkan spanduk saat pintu perlintasan tertutup saat KA lewat.

Pada kesempatan itu juga dibagikan masker kepada pengguna jalan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus covid-19.

Pada kegiatan sosialisasi bersama dengan Pecinta KA ini, telah dilaksanakan di beberapa tempat yang rawan, diantaranya di Perlintasan nomor 376 (Stasiun Notog), nomor 382 (Kaliwangi, antara stasiun Notog-Kebasen), Perlintasan nomor 352 (antara stasiun Purwokerto-Karanggandul), dan perlintasan nomor 343 (antara stasiun Karanggandul - Karangsari).

Kegiatan juga dihadiri dari unsur TNI/Polri setempat, untuk turut mensosialisasikan keselamatan berlalulintas di perlintasan sebidang. Kegiatan ini akan berlanjut ke beberapa perlintasan sebidang KA lagi 

Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang yaitu menjadi flyover dan underpass untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan.

Langkah lain selanjutnya yakni dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar.

Yang terakhir peningkatan keselamatan dengan pemasangan Peralatan Keselamatan Perlintasan Sebidang dan disertai dengan pemasangan prrlengkapan jalan.

Peningkatan dan pengelolaan perlintasan sebidang tersebut dilakukan oleh penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya seperti Menteri untuk jalan nasional, Gubernur untuk jalan provinsi, dan Bupati/Walikota untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa. Hal ini sesuai dengan PM Perhubungan No 94 Tahun 2018 pasal 2 dan 37.

Sampai saat ini di wilayah Daop 5 Purwokerto, perlintasan sebidang 208 titik, yang tersebar di sepanjang jalur, dengan rincian : dijaga KAI 62, dijaga Pemda  39, tidak dijaga 107. perlintasan.

Untuk perlintasan tak terjaga tersebar di kab Banyumas 12, Brebes 3, Ciamis  2, Cilacap 45,  kebumen 16,  Purworejo 7,  kabupaten Tegal 22 perlintasan.

KAI Daop 5 Purwokerto sudah cukup banyak menutup perlintasan sebidang liar dengan tujuan untuk normalisasi jalur KA dan peningkatan keselamatan perjalanan KA serta masyarakat.

“KAI bersama pemerintah terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya,” kata Supriyanto

Sementara di sisi penegakan hukum, dibutuhkan penindakan bagi setiap pelanggar agar menimbulkan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan para pengguna jalan. 

KAI rutin menjalin komunikasi dengan Kepolisian setempat agar penegakan hukum diterapkan secara konsisten. 

Perlu ada kesadaran dari setiap pengguna jalan untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan isyarat yang ada saat melalui perlintasan sebidang.

Hal ini dikarenakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab setiap individu.

“Keselamatan di perlintasan sebidang dapat tercipta jika seluruh unsur masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama peduli. Diharapkan kepedulian seluruh stakeholder termasuk para pengguna jalan, mampu menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang,” tutup Supriyanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00