Pandemi Sulit Dikendalikan, Keramaian di Banyumas Kembali Dilarang

KBRN, Purwokerto : Meningkatnya angka kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Banyumas menuntut pemerintah untuk mengambil langkah sigap guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan.

Dalam 20 hari terakhir, ada 527 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banyumas dengan 23 orang meninggal dunia. Hal tersebut membuat rata-rata ada dua hingga tiga orang meninggal dunia per hari di banyumas akibat terpapar virus corona.

Pagi tadi, Selasa (24/11/2020), digelar rapat koordinasi di Pendapa Si Panji yang dihadiri Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dan unsur forkompimda lainnya.

“Mengumpulkan para pengasuh ponpes, kiai, ulama, MUI dan komponen-komponen yang lain. Pak Bupati mengatakan bahwa di Kabupaten Banyumas (Covid-19) sudah sulit dikendalikan,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas, Setia Rahendra.

Tujuan diundangnya tokoh agama di Kabupaten Banyumas tersebut yakni untuk menginformasikan perkembangan penyebaran Covid-19 di banyumas. Dalam kesempatan tersebut, menurut Setia, Bupati Husein meminta bantuan kepada para tokoh agama untuk bersama-sama melawan pandemi.

“Dengan jalan hindari kerumunan, taat protokol kesehatan. Nanti kalau sudah bisa dikendalikan silakan boleh beraktivitas lagi apakah itu proses belajar mengajar di ponpes atau apakah itu pengajian dan sebagainya. Pengajian kalau memang tidak bisa dihindarkan ya diperbolehkan tapi dengan jumlah yang sangat terbatas, 20 atau 30 orang,” lanjutnya.

Agar Covid-19 dapat segera dikendalikan, segala bentuk pertemuan yang sifatnya berkerumun akan dihentikan terlebih dahulu sampai pandemi dapat kembali dikendalikan.

“Beliau (Bupati) mengambil keputusan semua tempat hiburan, olahraga, dan keramaian-keramaian lainnya termasuk pasar Minggon yang di depan GOR Satria ditutup semuanya. Secara bertahap ditutup, termasuk pembelajaran tatap muka juga ditutup,” tegasnya.

Orang lanjut usia dan dengan penyakit penyerta atau komorbid sangat beresiko jika sampai terpapar covid-19.

“Tidak usah ada perdebatan lagi tentang Covid itu ada atau tidak. Karena masih ada yang tidak percaya tentang adanya Covid. Pak Bupati memberikan contoh, itu kemarin yang terkonfirmasi positif anggota DPRD (Banyumas) tapi sudah sembuh memberikan testimoni bahwa sakit sekali rasanya,” terang Setia. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00