Ahli Epidemilogi Unsoed, Sarankan Pemkab Banyumas Perketat Kegiatan Masyarakat

KBRN, Banyumas    : Kasus Covid- 19 di Banyumas terus meningkat, terutama pada bulan November 2020  yang mencapai 554 orang positif Covid-19  dam 21 orang meninggal dunia, sejak 1- 23 November 2020. 

Menangapi hal tersebut, ahli Epidemilogi Lapangan dari Fakultas Kedokteraan Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo meminta kepada Pemerintah Kabupaten, untuk mengetatkan sejumlah kegiatan di masyarakat. 

Terutama kegiatan yang mempunyai potensi  penyebaran Covid- 19. Seperti di tempat wisata, hajatan dan lainya. Termasuk untuk tempat ibadah yang menyelengarakan peribadatan, yang mempunyai potensi didatangi jamaah dari luar wilayah tempat ibadah berada. 

Yudhi di Purwokerto Selasa ( 24/11/2020) juga meminta kepada pemuka agama yang sedang berkutbah di depan jamaahnya, untuk tetap memakai masker. Namun untuk tempat ibadah, yang hanya digunakan oleh warga sekitar diperbolehkan untuk menyelengarakan peribadatan, namun harus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan ( Prokes). 

Yudhi yang juga menjadi tenaga ahli Satgas Covid-19 Banyumas, menerangkan dari data yang dimilikinya di Banyumas pada tanggal 20- 21 November 2020 kasus Covid- 19 di wilayah ini mengalami peningkatkan tajam dalam satu hari mencapai 100 orang.

Selain itu ruang isolasi di rumah sakit yang ada di Kabupaten Banyumas penuh. Sehingga penderita Covid- 19 menjalani isolasi mandiri dan di ruang karantina.

“ Tempat ibadah terutama yang menyelengarakan jumatan, terutama masjid – masjid yang berada di sekitar jalan raya. Yang kemungkinannya jamaahnya didatangi, dari berbagai tempat. Karena berada di sekitar jalan raya, itu meningkatkan resiko juga,”kata Yudhi Wibowo. 

Sebelumnya Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan di wilayahnya saat ini penyebaran Covid-19 semakin tidak terkendali. Hingga Selasa pagi jumlah pasien Covid-19 di Banyumas mencapai 1.222 orang, meninggal dunia 41 orang, sembuh 809 orang  dan masih dalam perawat 372. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00