Sokaraja Kulon Wakili Banyumas Dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi

KBRN, Purwokerto : Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja mewakili Kabupaten Banyumas dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Hari Senin (23/11/2020), tim verifikator dari Provinsi Jateng datang ke lokasi untuk melakukan penilaian. Ketua tim penilai, Yuli Arsanto mengatakan ada sembilan Kabupaten/Kota yang telah lolos verifikasi administrasi.

“Hari ini hari terakhir penilaian kategori kabupaten dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2020,” katanya.

Mereka memastikan apakah apa yang dilaporkan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Beberapa poin yang menjadi kriteria penilaian diantaranya komitmen, Capaian Program, Inovasi dan peran dari stakeholder terkait.

“Kami melakukan verifikasi data administrasi yang dikirim. Kemudian melihat inovasi yang ada, melihat lapangan kondisinya seperti apa,” lanjutnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sokaraja Kulon Budi Saptawati menjelaskan terkait Program Kampung KB yang telah berjalan di desa tersebut.

Sebelumnya kepesertaan Program KB di Desa Sokaraja Kulon tergolong masih kurang, untuk itu melalui program tersebut pihaknya berupaya mendorong warga untuk mengikuti program KB.

“Pesertaaktif (saat ini) sekitar 69,43 persen. Ada kenaikan dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Bidan Desa Sokaraja Kulon, Hindun mengungkapkan sebelumnya banyak masyarakat yang merasa takut untuk mengikuti Program KB khususnya jenis implan dan IUD.

“Program yang dianjurkan sekarang adalah Program KB jangka panjang seperti implan atau IUD. Ada yang 3 tahun, 5 tahun, 8 tahun. IUD itu kan penempatannya di dalam rahim, kebanyakan masyarakat masih takut dengan pemasangannya. Ada sebagian yang mau tapi belum semua,” katanya.

Hindun menyebut saat ini kebanyakan pasangan usia subur di Desa Sokaraja Kulon menggunakan KB jenis suntik.

“Kalau yang punya BPJS Kesehatan bisa difasilitasi di puskesmas dengan biaya gratis. Tapi kalau tidak punya nanti ada biaya sendiri. KB suntik biayanya sekitar 30 ribu,” lanjutnya.

Program KB bermanfaat untuk menjarangkan persalinan. Diharapkan dengan hal tersebut dapat mengurangi beban keluarga khususnya secara ekonomi.

“Ya namanya punya anak kan otomatis butuh biaya. Jadi harapannya masyarakat dua anak saja cukuplah, mau laki-laki semua, perempuan semua, atau laki-laki perempuan kan sama saja,” terang Hindun. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00