Tim Robotik Unsoed Ikut Unjuk Gigi Dalam Kontes Robot Indonesia 2020

KBRN, Purwokerto : Tim Robot Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unsoed mengikuti seleksi tahap 2 Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 secara online di Gedung C Fakultas Teknik Unsoed Kampus Blater Purbalingga.

"Tim Robot Pemadam Api Berkaki SATRIA tersebut hanya mengikuti seleksi 1 divisi saja yakni KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia) dengan ketua tim Abu Bakar Ash Shidiq Al Muqayim serta pembimbing Priswanto ST., M. Eng. dan Dadang Iskandar, ST., M.Eng.,” ungkap Tim Promosi Unsoed Ir. Alief Einstein, M.Hum.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unsoed Farida Ariani, SSi., MT. menyebut KRI 2020 sebagai ajang yang bergengsi di Indonesia.

“Para mahasiswa saling unjuk kemampuan dalam rancang bangun dan rekayasa di bidang robotika.  Kami sangat bangga para mahasiswa yang bisa perpartisipasi bersama perguruan tinggi lain di Indonesia. Kami akan selalu memberikan support kepada mahasiswa Teknik Elektro Unsoed agar bisa semaksimal mungkin menampilkan karya terbaiknya,” ujarnya.

Pembimbing Tim Unsoed, Priswanto menerangkan, secara umum teknis pelaksanaan Lomba KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia) yakni sebagai berikut :

- Sebuah robot berkaki diletakkan disebuah titik start (home) di sebuah arena yang mensimulasikan sebuah miniatur gedung yang terbuat dari kayu berukuran 248 cm x 248 cm x 30 cm yang memiliki 4 buah ruangan.

- Ketika diberikan aba-aba start, maka robot yang telah diprogram sebelumnya oleh peserta, tanpa dikendalikan berusaha untuk menuju ke ruangan-ruangan tersebut dan melakukan penyemprotan.

- Diberikan waktu 5 menit (300 detik) untuk menyemprot 4 ruangan. Setelah keempat ruangan selesai disemprot maka robot akan kembali ke titik home

Berikut daftar Dosen Pembimbing dan Anggota Divisi KRPAI (Robot Pemadam Api) Unsoed :

a. Dosen Pembimbing :

1) Priswanto,ST.,M.Eng.

2) Dadang Iskandar,ST., M.Eng.

b. Anggota Divisi Pemadam Api.

1) Ketua Divisi : Abu Bakar Ash Shidiq Al Muqayyim,

2) Sekretaris : Adinda Rizkijati Pangestika,

3) Bendahara :

a) Bendahara 1 : Vita Anjarwati,

b) Bendahara 2 : Nenshiria Septyaning W

4) Programmer :

a) Programmer 1 : Syafrudin Rais Akhdan,

b) Programmer 2 : Nur Ardli Rahmat Saputra,

c) Programmer 3 : M Fikra Adzaky,

d) Programmer 4 : M Aryo Putra R,

5) Elektronik :

a) Elektronik 1 : Deo Nathanael Nindyo,

b) Elektronik 2 : Ragil Subekti,

6) Mekanik :

a) Mekanik 1 : Rizky Sepdi Nugroho,

b) Mekanik 2 : Novia Salsabila Safitri.

Lebih lanjut Priswanto memaparkan, Kontes Robot 2020 diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud. Kegiatan KRI 2020 pada masa pandemi berubah konsep darii yang semula merupakan kegiatan kontes luring (offline di perguruan tinggi host) berubah menjadi kontes daring (online), dengan mempertandingkan 5 (lima) divisi, antara lain:

1. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI),

2. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda,

3. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia(KRSBI) Humanoid,

4. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI),

5. Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Menurut Priswanto, KRI Daring 2020 pada masa pandemi tetap diselenggarakan secara bertahap dimulai dengan Kontes Tingkat Wilayah yang diselenggarakan di 2 (dua) wilayah. Wilayah I mencakup Indonesia bagian Barat dan Wilayah II mencakup Indonesia bagian Timur. Sejumlah tim terbaik pada Kontes Tingkat Wilayah akan diundang untuk ikut serta pada Kontes Robot Indonesia 2020 Tingkat Nasional.

Pada KRI yang dilakukan secara daring ini, tim peserta menampilkan robotnya di kampus masing-masing, yang ditayangkan secara daring melalui mekanisme video conference.

Tahapan Seleksi KRI sendiri dilakukan dalam tiga tahap yaitu:

1. Seleksi Tahap Pertama. Merupakan evaluasi administratif. Proposal yang diterima dan disetujui oleh panitia pusat akan diberitahukan kepada calon peserta melalui surat pemberitahuan ke alamat masing-masing PT dan melalui website Panitia pusat sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

2. Seleksi Tahap Kedua. Seleksi Tahap II divisi KRPAI, KRSBI dan KRSBI berupa Evaluasi Kesiapan Tim yang mencakup kesiapan robot, lapangan dan infrastruktur video conference pada perguruan tinggi peserta. Tim peserta memperlihatkan robotnya, lapangan kontes, dan infrastuktur lainnya secara daring menggunakan mekanisme video conference.

Hasil evaluasi berupa daftar tim yang dapat bertanding pada Kontes Tingkat Wilayah. Pada divisi KRTMI, seleksi berupa evaluasi Laporan dan Video. Bagi tim KRTMI yang lolos seleksi laporan dan video, akan diundang untuk mengikuti Kontes Tingkat Nasional.

3. Evaluasi Tahap Ketiga dilakukan melalui kontes KRI Tingkat Wilayah yang dilaksanakan dalam dua wilayah, untuk menentukan tim-tim yang akan diundang pada KRI Tingkat Nasional. KRI Tingkat Wilayah diikuti oleh divisi KRPAI, KRSBI,  dan KRST. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00