UNU Purwokerto Kukuhkan Ratusan Mahasiswa Baru

KBRN, Purwokerto : Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto mengukuhkan ratusan mahasiswa baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar pagi ini, Kamis (24/9/2020).

Pengukuhan tersebut digelar secara daring dengan hanya menghadirkan perwakilan satu orang mahasiswa dari tiap-tiap program studi.

“Tahun ini kami menerima sebanyak 426 mahasiswa baru. Peminatnya lebih dari seribu. Kami bersyukur di era pandemi ini tetap banyak yang mendaftar dan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” kata Rektor UNU Purwokerto, Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rochadi meminta agar disaat mengikuti pembelajaran para mahasiswa tidak hanya sekedar belajar melalui buku. Menurutnya kesempatan untuk belajar dapat dilakukan kapan saja termasuk saat sedang mendengarkan lagu.

Lebih lanjut Ia menerangkan tentang visi UNU Purwokerto, yakni “Menjadi Universitas unggul di tahun 2032 dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter nilai-nilai Islam Aswaja An-Nahdliyah, berjiwa wirausaha, dan berwawasan global serta pengembangan IPTEKS untuk kemaslahatan umat”.

Tidak hanya itu, Prof. Rochadi mengingatkan kepada para mahasiswa akan pentingnya memiliki VISA, yang merupakan singkatan dari Vision, Imagination, Strategy and Action.

“Untuk dapat berhasil mahasiswa perlu VISA. Saya juga berharap mahasiswa UNU dapat mengutamakan bagaimana menjalin kebersamaan dan kerjasama dengan sesama mahasiswa maupun masyarakat. Agar hidupnya dalam bermasyarakat juga tenang dan tidak terpecahbelah,” ungkapnya.

Pengukuhan mahasiswa baru dilaksanakan secara simbolis dengan pemakaian jas almamater secara serentak oleh perwakilan mahasiswa.

Kampus Inklusi

Sejak tahun 2019, UNU Purwokerto menyandang status sebagai satu dari tiga kampus inklusi yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kampus inklusi sendiri berarti kampus yang berupaya memfasilitasi mahasiswa berkebutuhan khusus (difabel) untuk turut mendapatkan hak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Ini adalah amanah dan kepercayaan dari Ma’arif wilayah Jawa Tengah yang bekerjasama dengan UNICEF. Tentunya harus kita jalankan. Oleh karena itu kami berupaya memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan fisik (difabel) dan juga bagi mahasiswa yang kurang mampu,” terang Prof. Rochadi.

Rektor UNU Purwokerto, Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi

Kendati demikian Ia mengakui saat ini fasilitas difabel di universitas yang dipimpinnya tersebut masih belum cukup. Namun Rektor UNU tersebut menegaskan komitmennya untuk menyediakan fasilitas difabel dalam setiap pembangunan yang akan datang.

“Tahun ini sudah mulai kami terapkan. Memang masih rintisan jadi masih dalam tahap pemantapan sehingga belum semua bisa difasilitasi. Tapi dalam pembangunan ke depannya kami rencanakan fasilitas untuk mahasiswa berkebutuhan khusus,” imbuhnya.

Terkait pembangunan kampus, Prof. Rochadi menerangkan pihaknya akan membangun gedung peradilan semu dan laboratorium lapangan untuk kegiatan praktek bagi mahasiswa prodi pertanian, perikanan, Agrotek, dan sejenisnya.

Selain itu, pada tahun 2020 ini UNU Purwokerto juga akan membangun tiga laboratorium baru, yakni laboratorium MIPA, Bahasa Inggris dan Komputer. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00