Buron Delapan Tahun, Partinah Ditangkap Kejaksaan Negeri Purwokerto

Buron delapan tahun Partinah tiba di Kejaksaan Negeri Purwokerto

KBRN, Banyumas : Kejaksaan Negeri ( Kejari) Purwokerto Jateng, Rabu ( 23/9/2020) siang menangkap buronan, yang melarikan diri sejak tahun 2012 bernama Partinah Warga Perumahan Adipura Purwosari Banyumas. 

Kajari Purwokerto Sunarwan mengatakan Partinah ditangkap disebuah rumah di Desa Brani Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap.Partinah melarikan diri sejak tahun 2012 setelah adanya putusan kasasi dari Mahkamah Agung ( MA), dengan hukuman penjara 18 bulan. Karena terbukti melanggar pasal  379 huruf A, atau melakukan tindak pidana penipuan. 

Partinah pada saat itu, memiliki toko emas, membeli sejumlah emas kepada tiga orang pemasok perhiasan. Namun setelah emas laku, Partinah, tidak membayar kepada pemilik emas sebanyak tiga orang. 

Akibatnya ketiga orang ini mengalami kerugian total mencapai Rp948 juta. Diterangkan oleh Sunarwan, Partinah sebelumnya mempunyai kasus serupa,  menjalani hukuman penjara selama dua tahun, dengan nilai kerugian korban mencapai lebih dari satu miliar.

Namun setelah putusan MA keluar, Partinah melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang (DPO). 

" Pada hari Rabu sekira pukul 12.00 WIB, kami mengamankan satu orang DPO. Atas nama Partinah, dia kita amankan disebuah rumah di Desa Brani Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap, ini DPO dengan putusan melanggar pasal 379 huruf A. Dengan putusan MA inkrah 2012 dengan pidana 1 tahun 6 bulan, saya juga ikut melakukan penangkapan terpidana tersebut," kata Sunarwan. 

Sunarwan menambahkan keberhasilaan penangkapan Partinah ini, selain kerja keras Kejari Purwokerto, berkat kordinasi dengan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. 

Setelah tiba di Kejari Purwokerto, Partinah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Termasuk dilakukan tes rapid, guna mengetahui wanita 43 tahun ini reaktif Covid- 19. Selanjutnya Partinah di bawa ke Rutan Banyumas, untuk menjalani hukuman 18 bulan penjara. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00