Kejari Purwokerto, Tangkap Buronan Penipuan Jual Beli Tanah

M. Zakaria sedang menuju ke Klinik Kejari Purwokerto, guna menjalani tes rapid setelah berhasil ditangkap oleh Kejari Purwokerto

KBRN, Banyumas : Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Purwokerto  berhasil menangkap buronan kasus penipuan jual beli tanah, dengan kerugian mencapai Rp4,6 miliyar. 

Kajari Purwokerto Sunarwan mengatakan,  pihaknya berhasil menangkap buronan M. Zakaria  Warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Zakaria ditangkap dirumah kakaknya Kamis (17/9/2020)  di Kelurahan Rejasari Purwokerto Barat, setelah buron sejak Mei 2019.

Kasus ini bermula pada saat 2014  Zakaria  menjual sebidang tanah dengan lima sertifikat kepada korban bernama Niko. Pada saat tanah  dijual kepada Niko, sertifikat berada di bank. 

Zakaria berjanji uang pembayaraan dari Niko akan, digunakan membayar hutang di bank. Sehingga sertifikat keluar, dan diberikan kepada Niko.

Namun setelah Niko membayar tanah sebesar Rp4,6 miliyar kepada terpidana, tanah tersebut dijual kepada orang lain. Hingga akhirnya Niko melaporkan kepada Kepolisian, kasus berjalan hingga  Pengadilan Negeri Purwokerto.  

Zakaria  divonis bebas, sehingga Jaksa mengajukan kasasi  ke Mahkamah Agung. Hasilnya Zakaria terbukti bersalah dan dihukum 18 bulan, namun saat akan diesksekusi ke Lapas Purwokerto Mei 2019 Zakaria melarikan diri.

" Kita melakukan kerjasama dengan Kepolisian dalam upaya pengejaraan, kami mendapatkan informasi Zakaria baru datang dari Jogja semalam. Setelah ini kami akan kirim ke Lapas, untuk menjalani hukuman satu setengah tahun," kata Sunarwan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Purwokerto Guntoro J, mengatakan pihaknya melakukan pengejaraan Zakaria, keberbagi kota termasuk ke Jogjakarta. 

Hingga akhirnya mendanpatkan informasi terpidana Zakaria, Kamis pagi sedang berada di rumah kakaknya di Kelurahan Rejasari.

" Jadi tanahnya nga diberikan kepada Niko, padahal sudah dibayar Rp4,6 miliyar. Namun oleh terpidana tanah tersebut dijual ke pada orang lain. Jadinya dia dilaporkan oleh Pak Niko, karena merasa ditipu,'kata Guntoro. 

Kejari Purwokerto saat ini juga sedang melakukan pengejaraan, terhadap sejumlah orang yang masuk dalam  daftar pencarian orang (DPO) dari berbagai kasus. Termasuk menemukan DPO yang sedang sakit di Pemalang, karena kemanusian Kejari Purwokerto menunggu hingga DPO tersebut sembuh untuk dibawa ke Purwokerto. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00