Wabub Banyumas Janjikan, tahun 2021 Tersedia Selter Untuk Korban Kasus Kekerasan Terhadap Anak 

KBRN, Purwokerto: Sejak Januari hingga pertengahan Juli 2020 bersamaan saat pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Banyumas dilaporkan terjadi 27 kasus kekerasan terhadap anak. Dari 27 kasus tersebut, 23 kasus diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual. 

“Anak-anak (perempuan) menjadi korban pencabulan oleh orang-orang terdekat mereka. Jumlah tersebut bisa dimungkinkan lebih banyak karena kasus kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es.” ungkap Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dalam diskusi Selasa (11/8/2020, yang digelar kalangan pers dan mitra kerja di Tepi Jalan Bistro Jl Dr Angka Purwokerto. 

Diskusi yang dikemas dalam suasana santai juga menghadirkan Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka dan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT PKBGA) Banyumas Dr Tri Wuryaningsih.

Kekerasan seksual terhadap anak, lanujut Sadewo, menjadi kasus yang paling banyak terjadi dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Tahun 2018 dari 63 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan, 36 diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual. Tahun 2019, dari 42 kasus, 30 diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual.

“Agar kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan, semua elemen masyarakat perlu dilibatkan. Tidak hanya dari pemerintah daerah, kepolisian, tetapi masyarakat juga harus peduli terhadap anak.” Pintanya.

Ungkapan senada disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT PKBGA) Kabupaten Banyumas, DR Tri Wuryaningsih, bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih ada yang didiamkan atau tidak dilaporkan dan pelakunya merupakan orang-orang dekat korban.

“Untuk mendukung penanganan kasus kekerasan terhadap anak, kami meminta Pemkab Banyumas menyediakan shelter (rumah aman) bagi korban kekerasan terhadap anak. Banyumas saat ini belum memiliki shelter untuk tempat pemulihan atau menampung anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Padahal keberadaan shelter terssebut sangat penting,” kata Tri Wur.

Menanggapi permintaan Ketua PPT PKBGA tersebut, Wakil Bupati menyatakan, pemkab Banyumas punya banyak aset bangunan yang bisa dijadikan shelter untuk menempatkan anak korban kekerasan  dan bisa segera direalisasikan. “Paling lambat tahun 2021 sudah ada,” tegas Sadewo.

Pihak Polresta Banyumas juga telah memiliki unit khusus di Satreskrim yakni Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), khusus menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan personel yang mumpuni.

Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka mengatakan setiap ada laporan kasus kekerasan terhadap anak atau perempuan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PPT PKBGA Banyumas agar penanganan bisa tuntas.

”Unit PPA merupakan unit yang. Unit PPA juga dilengkapi dengan ruangan yang memadai yakni ruangan yang sesuai untuk anak-anak,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00