Lapas Narkotika Purwokerto Resmi Beroperasi

KBRN, Purwokerto : Operasional Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II B Purwokerto resmi dibuka, Senin (10/8/2020).

Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan pemukulan lonceng oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah, Priyadi, Bc.IP, M.Si.

Priyadi mengungkapkan dari total 164 ribu narapidana di Indonesia hampir 55 persen diantaranya merupakan napi kasus narkotika.

“Ini untuk membackup kebutuhan kenaikan kejahatan narkoba. Sesungguhnya kami tidak ingin membentuk lapas narkotika, tetapi kebutuhan di lapangan memerlukan membentuk lapas narkotika disini,” terangnya.

Kabupaten Banyumas sendiri menempati posisi ketiga untuk kasus narkotika di wilayah Jawa Tengah, di bawah Semarang dan Surakarta.

Selain di Purwokerto, total ada dua Lapas Narkotika di Jawa Tengah yakni Lapas Narkotika Kelas II A Nusakambangan.

“Mudah-mudahan tidak ada peningkatan kapasitas lagi, tetapi ke depan makin berkurang. Inilah upaya kita bersama untuk menyelesaikan persoalan over kapasitas yang ada di wilayah Jateng,” lanjut Priyadi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lapas Narkotika Purwokerto, Teguh Hartaya mengatakan, saat ini lapas yang dipimpinya telah dihuni 20 orang narapidana.

Dari 20 tahanan tersebut, 10 berasal dari Lapas Purwokerto dan 10 dari Lapas Cilacap.

“Dengan peresmian ini berangsur-angsur akan diisi napi narkotika dari lapas dan rutan di sekitar sini,” ujarnya.

Hartaya menambahkan, nantinya napi yang menjalani kurungan penjara di Lapas Narkotika Purwokerto merupakan napi dengan masa tahanan di bawah lima tahun.

“Masa tahanan tujuh tahun mungkin masih bisa, tapi untuk yang masa tahanannya tinggi kita bawa ke Lapas Nusakambangan,” lanjutnya.

Saat ini Lapas Narkotika Kelas II B Purwokerto sendiri memiliki 18 orang pegawai. Jumlah tersebut dinilai masih kurang mengingat kapasitas ideal dari lapas ini mencapai sebanyak 270 orang napi. Jumlah tahanan yang menghuni setiap kamar juga bervariasi antara tiga hingga 20 orang, sesuai dengan ukuran kamar. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00