Bupati Ketagihan, Pengin Terbang Paralayang Lagi

KBRN, Banyumas:  Tepuk tangan dan sorek hore sambil mengabadikan dengan HP dilakukan warga masyarakat dan pengunjung, mengiringi Erna Husein dan Bupati Banyumas Ahmad Husein saat take off terbang layang dari Bukit Watu Kumpul desa Petahunan kecamatan Pekuncen.

Tanpa rasa takut sedikitpun, sekitar 15 sampai 20 menit, Bupati Banyumas Ahmad Husein dan Istri Erna Husein menikmati terbang layang dari bukit Watu Kumpul desa Petahunan kecamatan Pekuncen Sabtu (8/6/2020) pagi.  Bahakan Bupati Husen merasa tertantang ingin terbang lagi kapan kapan kalau anginnya lagi bagus. 

Saat mencoba terbang bupati didampingi oleh atlet Paralayang asal Banyumas, Muhibin dan Erna Husein didampingi oleh altet Damar Asis Prasetya.

“Enak seperti naik undar saja, indah dan asik sekali kalau sudah di atas” kata Erna.

“Subhanalooh indah sekali ya, enak sekali dan menyenangkan. Sayang tadi anginnya kurang kencang jadi saya tidak bisa balik lagi ke sini. Nanti saya ingin coba lagi,  ini potensi yang sangat bagus. Kalau tidak bagus ngapain kesini lagi.” uangkap Bupati usai terbang layang.

Keika audiensi dengan Perhutani Banyumas Barat,  Selasa (4/08/2020) Bupati   Ahmad Husein mengatakan, Kabupaten Banyumas seperti memiliki mutiara tersembunyi yaitu dengan adanya tempat yang menyuguhkan keindahan alam yang saat ini menjadi objek wisata watukumpul. 

Bupati menambahkan bahwa Watu Kumpul merupakan obyek wisata yang menyuguhkan keindahan alam dari puncak bukit di perbatasan antara Desa Petahunan dengan Desa Cibangkong, Kecamatan Pakuncen, Kabupaten Banyumas.. 

Di tempat tersebut terdapat fasilitas olahraga paralayang, yang ditawarkan kepada para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Banyumas dengan sensasi berbeda. 

Ketua Koni Kabupaten Banyumas Bambang Setiawan mengatakan, kedepan bukit watu kumpul punya potensi untuk menjadi ajang kejuaraan olahraga dirgantara, yaitu terbang layang dan gantole.  

“Dalam waktu dekat  landasan take off  akan diperlebar sehingga bisa terbang sekaligus 6 trek. Ini menjadi venue yang tidak semua daerah memiliki. Destinasi wisata dan sprotnya bisa maju bersama-sama” katanya.

Kertua koni menyatakan, sangat memungkinkan bukit Watu Kumpul menjadi ajang kejurda, kejurnas bahkan kejuaraan tingkat dunia.

“Apalagi kita punya 7 atlit beberapa diantaranya punya prestasi tingkat internasional, sehingga sangat memungkinkan untuk memajukan olahraga dirgantara sekalighus menggali bibit-bibit baru. Sementara mereka yang punya prestasi  daerah bisa memanfaatkan untuk pengembangan wisata terbang gantole yang menggunakan tandem” ujarnya.

Sebelumnya saat uji coba terbang akhir Juli lalu, Bambang mengatakan bukit Watu Kumpul yang berada di lahan Perhutani tidak hanya menjadi destinasi wisata di Desa Petahunan Pekuncen, tetapi kedepan memiliki prospek yang bagus.

“Wisatanaya kedepan bisa tambah maju, dan masyarakat Petahunan bisa memanfaatkan untuk membangkitkan ekonomi setempat. Kita akan go internasiol-kan tempat ini” ungkapnya semangat.

Sebelumnya saat uji coba terbang akhir juli lalu, Bambang mengatakan sebelum Porprov, bupati sudah memerintahkan ke Koni untuk melakukan uji coba, namun karena kesibukan dan perlu surve terlebih dahulu. 

“Karena kesibukan dan teman-teman perlu surve terus. Aginnya bagaimana, sepanjang tahun seperti apa, lendingnya dimana. Itukan harus kita dapatkan dan  ternyata ini yang terbaik. Beberapa tempat sudah kita surve bersama tim dari atlit pralayang , gantole dari TNI AU  diantaranya di Purwojati dan Kemranjen, dan ini yang sangat bagus dan masyarakatnya sangat mendukung. Saya yakin pimpinan daerah akan sangat mendukung, karena sektor pariwisata juga akan terbantu dan terangkat.” kata Bambang.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani menjelaskan, dua potensi wisata di Desa Petahunan ini masih rintisan. Bukit Watu Kumpul dan Curung Nangga Masih perlu dukungan dari semua stakeholder. Sarana dan prasarana pendukung secara berlahan perlu didlengkapi, termasuk masyartakatnya juga harus mendapat pendampingan.

Seperti di ketahui Desa Petahunan selama bulan Juli lalu menjadi ajang pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler oleh Kodim 0701 Banyumas. TMMD berhasil membangun jalan cor beton menuju lokasi Curung Nangga, sehingga makin menarik wisatawan untuk berkunjung. (spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00