Pasca Pasien Meninggal Covid-19 di Jalan Brobahan Kranji, 200 Orang Ditracking

KBRN, Purwokerto: Ada sekitar 200 orang akan dtracking. Mereka orang-orang terdekat dari pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Jalan Brobahan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur.

Mulai Kamis pagi  areal Brobahan dilakukan penyemprotan desinfektan dan pembatasan wilayah.  Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol. “Tetap patuhi protokol covid dimanaoun berada,” tuturnya.

“Tadi sudah dirapatkan bersama dengan Bupati dan Dinkes. Terkait pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Jalan Brobahan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto, Pemkab Banyumas bersama dengan Dinas Kesehatan Banyumas akan melakukan tracking.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menjelaskan,  alur penyebaran kasus pasien terkonfirmasi positif ini berawal dari Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden.

“Awalnya satu orang laki-laki di Purwosari riwayat perjalanan dari Kediri. Ibunya lalu meninggal terlebih dahulu, lalu menyusul yang dari Kediri itu meninggal. Nah setelah diswab selang dua hari positif covid. Saat itu warga yang dari Brobahan ini yang masih keluarga melayat, dan positif Covid-19 juga, lalu tak berselang lama meninggal,” kata Sadewo, Kamis (6/8/2020). 

Menurut Wakil Bupati, pasien ini tak memiliki gejala apapun. “Saya mengira virus bermutasi, jadi lebih lama masa inkubasinya, bisa dua bulan. Kelihatannya ringan tetapi sebenarnya berbahaya. Semua pasien yang meninggal ini tidak ada gejala apapun,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00