Peringati HUT IPI ke-47, Pustakawan Dituntut Terus Beradaptasi Dengan Perubahan

KBRN, Purwokerto : Tanggal 7 Juli 1973 menjadi momentum kebangkitan dunia perpustakaan di Indonesia. Pada tanggal tersebut dideklarasikan sebagai hari terbentuknya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI).

“Hari ini diperingati sebagai HUT IPI yang ke-47. Ini sungguh momentum yang berbeda dibanding tahun sebelumnya, dimana tahun ini HUT IPI berlangsung saat situasi darurat pandemi Covid-19,” kata Wakil Ketua IPI Kabupaten Banyumas, Fuad Zein Arifin, kepada RRI, Selasa (7//7/2020).

Dirinya berharap di tengah segala keterbatasan akibat situasi pandemi, IPI bisa semakin profesional dan tetap eksis melayani masyarakat.

Peringatan HUT IPI ke-47 merupakan momentum sekaligus tantangan bagi pustakawan dan perpustakaan untuk memiliki stigma yang lebih baik.

“Dulu ada stigma perpustakaan selalu dianggap serius, petugasnya galak, kacamatanya tebal. Perpustakaan juga jauh dari akses dan seringkali letaknya dekat toilet,” ujarnya.

Merupakan tugas pustakawan untuk menghilangkan stigma semacam itu dan membuktikan bahwa perpustakaan itu sesuatu yang menarik.

Secara umum, sambung Fuad, perpustakaan memiliki sejumlah fungsi, yakni sebagai tempat pendidikan, penelitian, rekreasi dan informasi.

“Pustakawan identik juga dengan dunia informasi. Pustakawan harus terdepan dalam hal informasi sehingga bisa menangkap peluang lebih cepat daripada yang lain,” lanjut Fuad yang juga bertugas sebagai Pustakawan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas.

Perpustakaan dituntut selalu berubah dan beradaptasi dengan teknologi dari masa ke masa. Bagi pustakawan, penguasaan teknologi saat ini bukan hanya sebagai penunjang namun justru menjadi sarana yang utama.

“Stigma yang dulu ada sekarang kita ubah. Perpustakaan letaknya strategis, petugasnya ramah dan menarik.  Jadi pengunjung bisa merasa nyaman,” terangnya.

Terkait situasi pendemi saat ini, Fuad menjelaskan, saat ini pihaknya tidak hanya memperhatikan kepuasan  dan kenyamanan pengunjung, namun juga  keamananya.

“Apalagi sekarang sedang masa pandemi, tidak hanya kepuasan dan kenyamanan, tapi keamanan pengunjung juga harus diutamakan. Dimana kita saat pandemi harus melaksanakan protokol kesehatan dengan konsisten. Jangan sampai lupa, pandemi masih berlangsung,” tutup Fuad mengakhiri wawancara. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00