Objek Wisata di Baturaden, Siap Dibuka

KBRN, Banyumas : Pelaku wisata di lereng Gunung Slamet bagian selatan, saat ini mempersiapkan diri untuk membuka kembali objek wisata ditengah- tengah pandemi corona (Covid-19).  

Sehingga perlu persiapan khusus, agar bisa menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid- 19.  Salah satu pegiat Wisata Baturaden Prayit mengatakan, di wilayah lereng Gunung Slamet yang meliputi Kecamatan Cilongok, Kedungbanteng, Baturaden, dan  Sumbang terdapat sekitar 32 objek wisata. 

Namun sesui dengan kesepakatan antara pelaku wisata dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, hanya ada dua objek wisata yang akan dibuka terlebih dahulu dalam waktu dekat yakni Lokawisata Baturaden dan Hutan Pinus Limpakuwus. 

Dua objek wisata ini  Rabu ( 3/6/2020) sedang melakukan persiapan. Selain memperbaiki fasilitas yang ada, juga menambah sejumlah fasilitas. Sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. 

Diantaranya adanya tanda jaga jarak, adanya tempat cuci tanggan, dan lainya. Menurut Prayit, untuk membuka tempat wisata di saat tatanan kehidupan baru,  sejumlah syarat yang harus dipenuhi.         

" Persiapan yang kita lakukan, kita melakukan kordinasi dengan seluruh pelaku wisata. Menemui Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bupati Banyumas. Kita juga menerapkan kebijakan khusus, mulai dari parkir hingga di dalam objek wisata bagi pengunjung. Intinya harus sesuai dengan protokol pencegahan Covid- 19,"kata Prayit. 

Sementara itu, Ketua Pengelola Wisata Hutan Pinus Limpakuwus Baturaden Eko Purnomo mengatakan, pihaknya sudah siap membuka tempat wisata. Hanya menunggu ijin dari Pemerintah Kabupaten. 

Salah satu kebijakan yang diambil, yakni menerima setengah kapasitas maksimal wisatawan dalam satu hari atau  500 orang, dari kapasitas 1000 orang pada akhir pekan.

" Kita siapkan mulai dari pintu masuk, kita periksa suhu, tanda jaga jarak, kemudian juga ditempat parkir. Seluruh kendaraan kita semprot dengan disinfektan,"kata Eko. 

Pelaku wisata di wilayah Baturaden juga saat ini, terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepada masyarakat sekitar yang bergantung dengan dunia pariwisata. Seperti pedagang, tukang parkir dan lainya. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00