Meski Curah Hujan Menurun, Bencana Masih Dapat Terjadi

KBRN, Purwoketo : Menurunya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat jumlah bencana alam yang terjadi khususnya di Banyumas juga mengalami penurunan.

Meski Demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengaku tetap siaga 24 jam guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam. Hal tersebut diungkapkan Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas Catur Hari Susilo kepada RRI, Rabu (1/4/2020).

Saat terjadi bencana alam, BPBD sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah akan segera menyiapkan personel dan menyediakan logistik bagi daerah yang terdampak.

Lebih lanjut Catur menjelaskan, berdasarkan prakiraan dari BMKG puncak musim penghujan terjadi antara bulan Februari hingga April 2020.

“Kalau untuk bencana alam sejak bulan Maret kemarin sudah mulai berkurang karena intensitas hujanya memang sudah berkurang,” ujarnya.

Jika prakiraan tersebut benar berarti puncak musim penghujan kemungkinan sudah lewat dan diharapkan potensi terjadinya bencana juga ikut menurun.

“Nah sekarang sudah bulan April, mudah-mudahan prakiraan itu benar sehingga bencana bawaan musim hujan juga akan berkurang,” ungkap Catur.

Ia melanjutkan, meski saat ini perhatian publik terfokus pada virus corona dan penangananya, namun bencana alam masih berpotensi untuk terjadi. Untuk itu pihaknya menghimbau masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tidak menurunkan kewaspadaan.

Catur menambahkan, sejauh ini nyaris semua penanganan kedaruratan bencana telah ditangani. Untuk penanganan secara permanen akan dilakukan melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi baik menggunakan anggaran dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa setempat. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00