Managemen Perusahaan AMP, Berjanji Segera Merespon Tuntutan Warga

KBRN, Banyumas: Menindaklanjuti aduan warga yang datang ke Komisi II DPRD Banyumas pada Senin  lalu,  adanya pencemaran lingkungan oleh Perusahaan Aspal Mixing Plant, Dinas PU, Dinperkim, Dinas Perijinan dan sejumlah anggota DPR Kabupaten Banyumas, Rabu (11/12/2019) memantau langsung ke lokasi Pabrik pengolahan asspal, di  Desa Kecamatan Wangon 

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar lokasi merasa keberatan dengan adanya Perusahaan Aspal Mixing Plant PT. Putra Wirasaba Asli (WBA) yang berada di wilayah Desa Wangon yang berdiri sejak tahun 2015. Seorang warga Jarwoto menjelaskan limbahnya mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan yang disebabkan oleh debu dan resapan air.  Sejak Setahun seteIah pergantian managemen pihak pabrik kurang merespon keresahan warga. Bahkan bersama warga lain berharap ditutup.

"Sebelum adanya pabrik warga disini tidak terganggu oleh debu tebal dan kebisingan, terlebih belakangan ini intensitas pabrik mulai beroperasi pukul 02:00 WIB sehingga sangat mencemari, bila perlu ditutup saja, dan kami sudah berupaya mengadu hingga ketingkat Dewan, bila tidak kami akan maju ketingkat yang lebih tinggi,"kata Jarwoto.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Banyumas Subagyo nenjelaskan dari data yang didapat perihal managemen pabrik sudah sesuai dengan prosedur pendirian dan perijinan. Namun pihaknya akan mengawal aspirasi masyarakat tentang keberadaan pabrik AMP. 

"Kita meminta kepada owner untuk meningkatkan pengelolaan pabrik agar lebih ramah dan peduli terhadap lingkungan, contohnya menutup loading matrial guna mengurangi polusi debu, namun secara yuridis formal dan kajian teknis sudah terpenuhi, secara normatif Dewan akan memantau agar eksesnya tidak merugikan masyarakat,"katanya.

Dari pihak manajemen pabrik AMP Komisaris Utama Guno Purtopo terkait keluhan warga ia berjanji akan  menampung aspirasi mereka selama tuntutan warga rasional.Karena prosedur pendirian dan proses berjalannya pabrik telah melalui penelitian mendalam. 

"Bila warga merasa tercemari oleh debu, bising, dan kendala air, kami akan merespon secara positip, dan akan menjalin komunikasi dengan warga” janji Guno Purtopo. (cokie)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00