Pangkas Pelayanan Yang Ruwet, Berbelit-belit Dan Menyulitkan Rakyat

KBRN, Purwokerto: Saat ini Indonesia berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan. 

Di sisi lain, persaingan antarnegara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkan talenta talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya. Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cata-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. 

Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain. 

“Saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ungkap Presiden RI Joko Widodo selaku Pembina Kopri Pusat, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas Drs Wahyu Budi Saptono M.Si pada upacara memperingati HUT  ke 48 KORPRI, Jum'at (29/11/2019) di Alun-Alun Purwokerto.

Presiden juga mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari , terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi. Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. 

Presiden mengingatkan, agar mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul lerdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. 

“Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. lnovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan,” tambahnya

Sekda Banyumas mengatakan Presiden menyampaikan salam sekaligus apresiasi khusus pada anggota KORPRI yang bertugas di pelosok pelosok negeri, di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan dan wilayah-wilayah terisolir. Mereka adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. 

“Terima kasih atas pengabdian yang saudara-saudara berikan kepada rakyat, bangsa dan negara,” katanya

Turut hadir pada upcara HUT Korpri, dariForkopimda Banyumas, rektor perguruan tinggi, kepala SKPD, Ketua Organisasi Wanita dan undanganlainya serta sebagai peserta upacara anggota KORPRI Kabupaten Banyumas juga dihadiri Peleton dari Polri dan TNI.

Selesai upacara, Sekda Banyumas bersama Forkopimda  menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba  yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Korpri. (spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00