MTs Pakis Cilongok Launching Produk Kopi Igir Alas

KBRN , Banyumas ; Selama ini MTs Pakis Kecamatan  Cilongok , Kabupaten Banyumas dikenal sebagai sekolah yang memberdayakan peserta didiknya dengan  mengoptimakan potensi alam .

Sekedar mengingatkan , awal berdirinya sekolah ini juga sebagai bentuk menampung anak anak yang tak bisa sekolah di tempat lain karena kondisi keuangan orang tuanya.

Tak heran ide para penggagas membuka siswa dengan cara membayar apa saja sehingga ada yang membayar dengan beras, sayur mayur dan hasil bumi lain.Kini MTs Pakis terus tumbuh dan berkembang dengan berinovasi dengan tetap mengoptimalkan sumber daya alam.

Kepada RRI Sabtu ( 2/7/2022), Kepala MTs Pakis  Isrodin , menuturkan kegiatan terbaru siswa siswinya .

" Jadi kami kali ini kami mengusung sebuah potensi produk lokal kopi dengan cara berkolaborasi denfan orang tua, peserta didik dan relawan sebagai pendamping dan kedepan akan menggali potensi masyarakat umum dilingkungan MTs Pakis berada " Ungkapnya.

Isrodin menuturkan , pihaknya mengawali dengan melakukan edukasi peserta didik untuk melakukan pendataan tanaman kopi dilingkungan tempat tinggalnya.

" Setelah itu mengerucut kepada orang tua siswa yang memiliki tanaman kopi lokal kemudian melakukan survey tanaman, lalu merawat, hingga memetik buah kopi dan mengolah secara mandiri dan dilakukan secara bersama-sama dilingkungan sekolah pada tahun 2019." Imbuhnya.

Pembelajaran pun kembali dilakukan setelah melewati masa-masa pandemi covid-19 yang tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka. Pakis pun kemudian merangkak kembali, mengawali proses pembelajaran yang sempat terhenti.

" Belajar bagi kami itu mau dan mampu melakukan sampai pada membuat sebuah hasil atau produk apa pun wujudnya.  Kali ini PAKIS menggarap lebih serius tentang potensi tanaman kopi di pinggir hutan yang ditanam sudah kurang lebih 3-4 tahun bahkan ada yang sudah lebih dari 5 tahun tertanam, namun karena kurang adanya edukasi kopi belum begitu dilirik dan terbengkelai tanpa ada perawatan yang maksimal." Terangnya.

Semakin banyaknya trand produk kopi lokal diberbagai daerah menjadi pemantik, PAKIS kemudian membuat brand kopi bubuk robusta dengan nama “Igir Alas” .

" Ini kopine Nyong Rika Padha !! ( ini kopinya saya dan kamu semua, Red ) sebuah brand produk lokal kopi (robusta) yang ditanam berlokasi di igir alas atau lereng hutan gunung Slamet Selatan, kolaborasi pun dilakukan, memulai menanam kembali bibit kopi baru, merawat dan memetik tanaman yang ada, sampai pada mengolah hingga membuat packaging kopi bubuk dan atau dalam bentuk green bean. " Ujarnya.

Usai dilakukan evaluasi dan dilounching produk kolaborasi bersama peserta didik, orang tua dan para relawan pada hari Jum’at,( 1 Juli 2022) ,  yang ditandai dengan penyerahan produk Kopi kepada perwakilan orang tua siswa, perwakilan relawan dan sajian kopi pun di seduh dan dinikmati bersama-sama.

Kepada RRI , Isrodin menuturkan rencananya Kopi Igir Alas kedepan akan disajikan disebuah tempat belajar dan ngopi bernama “Igir Alas” sebuah tempat yang di dalamnya menyediakan arena camping ground, rumah literasi, home stay, eco tourism, bird watching dan berbagai sajian kuliner makanan tradisional khas desa hutan.

Kopi “Igir Alas” akan disajikan dalam berbagai varian proses (full wash dan honey) namun masih terbatas jumlahnya, dan akan disajikan dalam kemasan 250 gram dengan harga Rp.35.000/pack serta akan disajikan siyap seduh dipinggir hutan menghadap telaga kumpe atau dinikmati di rumah literasi sembari membaca buku-buku yang disediakan MTs PAKIS dengan dibandrol harga Rp.5.000/gelas.Alhasil, upaya belajar produktif membangun mental-mental berwirausaha sejak dini dengan menggali potensi lokal yang ada menjadi harapan baru untuk dikembangkan menjadi unit-unit usaha dan karya bersama yang berkelanjutan dan tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak guna perbaikan produk berkualitas ataupun kuantitas produk kedepan siyap memenuhi pasar dan siap bersaing dengan produk-produk lainnya.

" Pakis lahir dari kesadaran mengubah persoalan menjadi karya, Pakis bukan hanya menyoal pendidikan literal semata, Pakis terbuka lebar untuk saling peduli dan mau berbagi, Pakis menjadi rumah yang senantiasa dirindukan untuk kembali, bersama harapan anak-anak desa hutan kita melangkah menciptakan kemandirian hidup dan kehidupan berkelanjutan " Pungkasnya.( IND).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar