UMP Gelar KKN Mas, 3T dan Internasional

KBRN, Purwokerto: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) gelar KKN semester Gasal tahun 2022-2023 dalam 4 jenis yaitu KKN PPD/reguler, KKN Mas,  KKN 3T dan KKN Internasional. Pembekalan sebagai rangkaian kegiatan KKN khususnya KKN PPD dilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP pada Sabtu, 25 Juni 2022.

Ketua Panitia KKN Dr Juanita ST MT melaporkan bahwa total peserta KKN sebanyak 1305  yang terbagi dalam KKN MAs 50 orang, KKN 3T 20 orang dan KKN Pemberdayaan Potensi Desa (PPD) 1228 orang. Dr Juanita juga menyampaikan bahwa narasumber pembekalan dari panitia dan tim task force serta dari stakeholder terkait yaitu Bappeda, PDM dan BKKBN.

Lebih lanjut ia menyampaikan pembekalan KKN 3T dan KKN MAs sudah dilaksanakan mendahului KKN Reguler karena waktu yang mendesak. Tanggal 25-26 Juni Kab Pemalang dan Cilacap, 27-28 Kab Wonosobo dan Kebumen, 29-30 Banyumas dan Banjarnegara. 

“Pembekalan pada tanggal 25 Juni sekaligus sebagai pembukaan pembekalan KKN secara resmi dibuka oleh Rektor UMP Dr.Jebul Suroso,M.Kep. Kegiatan pembukaan pembekalan ini selain dihadiri Rektor juga dihadiri Ketua Bappeda Pemalang, Ketua LPPM, para Dekan di lingkungan UMP dan DPL KKN,” jelasnya. 

Ketua LPPM Dr. Suwarno,M.Si dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa yg tidak lolos pembekalan tidak diijinkan mengikuti KKN periode ini. Disampaikan pula bahwa dalam pelaksanaan KKN UMP berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. 

LPPM UMP dalam melaksanakan pembekalan dimulai dengan sholat tahajud pada pukul 03.00 untuk mempersiapkan gerakan subuh berjamaah yang harus dilakukan mahasiswa KKN dari UMP. Mahasiswa wajib mengisi jurnal kegiatan subuh tiap hari dengan melaporkan jumlah jamaah sholat subuh.

Suwarno juga menyampaikan bahwa program utama tahun ini khusus KKN PPD/reguler adalah penurunan stunting. Oleh karena itu pembekalan KKN tahun ini diisi juga dengan program stunting yang diberikan BKKBN Pusat yang telah disampaikan secara daring.

Rektor UMP Dr.Jebul Suroso dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa berangkat KKN harus gembira dulu sehingga ketika berada di lokasi KKN nampak gembira dan semangat membangun desa. 

Rektor menyampaikan bahwa mahasiswa UMP saat ini sudah berasal dari 34 propinsi yang tersebar dalam 49 program studi.

Program KKN UMP yang dikelola LPPM berasal dari kolaborasi berbagai macam prodi maka tentunya mempunyai nilai lebih dalam hal gerakan akademik, gerakan perubahan serta gerakan pembangunan. Mahasiswa akan mampu memberikan contoh hasil yang mempunyai nilai lebih misalnya ditunjukkan dengan meningkatnya gerakan sholat subuh pada saat mahasiswa melaksanakan GSB sampai kemudian mahasiswa sudah kembali di kampus.

Dr. Jebul juga menyampaikan bahwa KKN bukan sekedar Kuliah Kerja Nyata saja, tetapi mempunyai makna yang lain. KKN bisa berarti Kreatif sehingga mahasiswa harus mampu menghasilkan kreatifitas dalam mengembangkan potensi desa. Makna K berikutnya dari unsur KKN adalah Kolaboratif dan Komprehensif.

Makna ini bisa ditunjukkan misalnya ketika mengobati orang sakit bukan hanya dari sisi kedokteran atau farmasi saja, tetapi mungkin juga dari sisi ekonomi dan psikologi. Pelibatan banyak prodi dalam kegiatan KKN akan memberikan kolaborasi dalam hal menangani masalah yang ditemukan.

Rektor menambhakan bahwa makna N berarti juga Novelty yaitu menghadirkan kebaruan di masyarakat. Oleh karena itu mahasiswa juga dituntut untuk menghasilkan atau menemukan hal baru dalam mengembangkan potensi desa sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa yang mampu memberikan unsur kebaruan di desa tempat KKN tentu akan dikenang terkait apa yang telah disumbangkan untuk masyarakat. (Eka-PDA).

BACA JUGA: Ribuan Pesepeda Tanah Air, Ikuti Gobar Milad 57 UMP

BACA JUGA: UMP Buka Pendaftaran Jalur Nilai UTBK 2022, Ini Pilihan Prodinya

BACA JUGA: Banyumas Institute Kaji Sejarah Banyumas, Kerajaan Sunda dan Jawa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar