Sukses Gelar Sosialisasi Fikih, Ponpes Ath_ Thohiriyyah Agendakan setiap Tahun

KBRN, Banyumas ; Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah yang berlokasi di  Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah bertempat di Dusun Parakanonje, Karangsalam Kidul, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas , Minggu (23/1/2023),  mengadakan sosialisasi fikih untuk santri baru angkatan 2022 dan 2021 pagi ini. Kepada RRI , salah seorang santri Khodijatul Ifroh mengungkapkan, kegiatan sekitar 50 santri putra  , dan 85  santri putri yang sangat antusias.

Terpisah, Ketua lurah putra, Izul Haqq Lidinillah menyampaikan  ada beberapa penekanan Gus Ofi  kepada santri baru bahwa fikih yang disampaikan di pesantren Ath-Thohiriyyah mengikuti madzhab Syafi’i sehingga nanti jika santri menemukan praktek fikih yang berbeda di luar sana diharapkan tidak menjadikan ikhtilaf ataupun hal yang harus diperdebatkan.

“Karena wawasan santri baru yang tidak terlalu tau mendalam tentang fikih dan prakteknya, diharapkan sosialisasi fikih ini nantinya dapat menjadi landasan dalam praktik beribadah dan bermanfaat bagi santri maupun orang lain ketika sudah bermasyarakat nantinya”, ungkap Izul.

Materi yang disampaikan pada sosialisasi fikih meliputi Thoharoh (tata cara berwudhu, bertayamum, dan mandi wajib), cara mensucikan najis yang benar, cara mensucikan baju dan piring yang benar, cara menggunakan mukena yang benar, seputar keputrian, geralan sholat yang benar, dan  cara menggunakan mukena yang benar baik mukena lajuran maupun mukena potongan.  Sumber materi berasal dari kitab yang diajarkan di pesantren seperti Mabadi Fiqh dan Fatkhul Qorib. Acara sosialisasi fikih dimulai pukul 09.00 pagi dan bertempat di aula putra, masjid An-Ni’mah lantai bawah dan atas, ruang kelas dan ruang ndalem depan baik lantai atas maupun bawah. " kurang lebih ada 17 kelompok dan 26 tutor pembimbing. Pembimbing sosialisasi merupakan santri senior yang ditunjuk pengurus dan dianggap menguasai materi yang akan disampaikan.Untuk sistemnya nanti anak mengelompok dengan 2 tutor pembimbing yang sudah ditentukan oleh pengurus”, imbuh Arfiatul.

Bukan hanya teori saja yang disampaikan, santri juga mempraktikkan secara langsung setelah tutor menyampaikan materi seperti praktik wudhu dan shalat yang benar.

Mewakili pengurus pesantren, koordinator bidang pendidikan Arfiatul Azka mengatakan sosialisasi fikih bisa menjadi landasan bagi santri baru dalam beribadah terutama bagi anak yang belum pernah mondok sebelumnya.

“harapannya sosialisasi fikih ini bisa berjalan dengan istiqomah setiap tahunnya “, ungkap Arfiatul.

Ulfi Nur A'ini salah satu santri putri mengaku sangat senang dengan adanya sosialisasi fikih. Menurutnya dalam beribadah umat islam harus berhati-hati dan teliti terutama dalam masalah fikih.

“Banyak hal yang terlihat sepele yang ternyata kita tidak tau hukumnya ataupun tata cara mensucikan yang benar. Sosialisasi fikih ini sangat baik bermanfaat”, ungkap Ulfi.

Gus Ofi selaku salah satu dewan pertimbangan Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah  kepada RRI mengaku bangga dan sangat mengapreasi  tindakan pengurus yang mempunyai ide mengadakan sosialisasi fikih praktek bagi santri baru. Diharapkan tahun depan sosialisasi fikih di pesantren Ath-Thohiriyyah lebih rapi konsep dan administrasinya terutama dalam keseragaman materi fikih yang disampaikan. ( Khodijatul Ifroh)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar