Dosen UMP Dr Suwartono MHum Terpilih Menjadi Reviewer Jurnal Terindeks Scopus

KBRN, Purwokerto: Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah terus menunjukan prestasi. Prestasi kembali diraih Dr Suwartono MHum dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana kampus tersebut. 

Ia terpilih menjadi peer reviewer pada Jurnal Forum Akademik Internasional (The International Academic Forum -- IAFOR) bidang Pembelajaran Bahasa dalam Pendidikan (Journal of Education: Language Learning in Education). Hal itu ditunjukan dalam surat yang ditulis oleh Profesor Pendidikan Guru Bilingual/ESL, Departemen Pendidikan Guru Sekolah Tinggi Pendidikan Profesi, Texas Woman’s University.

“Terima kasih Anda bergabung dengan Forum Akademik Internasional – IAFOR. Kami menilai Anda memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam proses peninjauan (review). Berbagai masukan Anda sangat berharga saat kami menyiapkan edisi jurnal yang akan datang,” kata Melinda Cowart EdD, Profesor Pendidikan Guru Bilingual/ESL, Departemen Pendidikan Guru Sekolah Tinggi Pendidikan Profesi, Texas Woman’s University, dalam surat  tersebut. 

“Kredensial teladan Anda, termasuk pendidikan dan pengalaman penerbitan/pengeditan, secara unik membuat Anda memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam proses peninjauan. Masukan Anda akan sangat berharga saat kami mempersiapkan edisi jurnal yang akan datang,” kata Melinda Cowart.

Sementara itu, Dr Suwartono MHum yang akrab disapa Pak Ton ini mengaku sebelum diterima sebagai reviewer di IAFOR, dirinya sudah duduk di Dewan Reviewer pada 10 jurnal nasional dan 3  internasional Athens Journal of Philology (Yunani), Arab World English Journal, dan Technium Social Sciences Journal (Romania).

“Saya juga mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S1 UMP. Karena melampirkan sejumlah dokumen bukti menjadi reviewer di beberapa jurnal nasional dan jurnal internasional non-Scopus, saya dinilai cukup memadai menjadi reviewer di jurnal terindeks Scopus,” jelasnya. 

Lebih lanjut Pak Ton berharap, momentum tersebut bisa membuka akses lebih luas bagi UMP dan program studi didalamnya. “Saya berharap, momentum ini mampu membuka akses yang lebih luas bagi civitas akademika UMP dari berbagai program studi ke dalam aneka jurnal dunia,” ujarnya .

Dijelaskan, The International Academic Forum didirikan tahun 2009 merupakan lembaga pemikir interdisipliner non-partisan dan nirlaba yang independen secara politik. Lembaga yang dikenal dengan IAFOR ini merupakan penyelenggara konferensi dan penerbit yang didedikasikan untuk mendorong diskusi interdisipliner, memfasilitasi kesadaran antarbudaya dan mempromosikan pertukaran internasional, terutama melalui interaksi pendidikan dan akademik riset. 

BACA JUGA: Webinar Nasional PPKn Kaji Kebebasan Berpendapat di Era Digital

BACA JUGA: Pasar Sunday Morning UMP Mulai Dilirik Pengunjung Berbagai wilayah

“Berbasis di Jepang, kantor administrasi utamanya berada di Nagoya, dan pusat penelitiannya berada di Osaka School of International Public Policy (OSIPP), sebuah sekolah pascasarjana di Universitas Osaka,” jelasnya. 

Sebagai organisasi penelitian, penyelenggara konferensi dan penerbit ini didedikasikan untuk mendorong diskusi interdisipliner, memfasilitasi kesadaran antarbudaya dan mempromosikan pertukaran internasional, terutama melalui interaksi pendidikan dan penelitian akademik. 

“Dengan menciptakan peluang untuk dialog antara akademisi dan pemimpin pemikiran, IAFOR menjadi pelopor dalam menyediakan jalan penelitian dan solusi pengembangan visioner yang diperlukan di dunia global dan berkembang pesat,” katanya. 

Pertukaran informasi ini berlangsung melalui acara akademik IAFOR di Asia, Eropa, Amerika Utara dan Timur Tengah. Konferensi interdisipliner IAFOR merupakan pusat jaringan yang beragam dan inklusif, di mana akademisi datang dari seluruh dunia untuk menghasilkan, berbagi, dan memelihara pengetahuan dan ide baru. 

“IAFOR membuat sebagian besar konten yang dihasilkan tersedia secara bebas untuk dunia melalui publikasi akses terbuka dan penyimpanan media audiovisual,” pungkasnya. (spj/tgr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar