Fapet Unsoed Gelar Pelatihan Manajemen Kandang Unggas Jenis Closed House

KBRN, Purwokerto :  Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar Pelatihan Manajemen Closed House untuk beternak unggas.

Ada tiga jenis kandang yang umumnya digunakan oleh peternak unggas di Indonesia yakni open house, semi closed house, dan closed house. Kandang sistem open house merupakan sistem kandang terbuka banyak dipertahankan oleh sebagian besar peternak mandiri di dalam negeri karena pembuatan kandang murah, namun kandang open house pada saat kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu, berdampak pada kenyamanan ayam.

Kandang sistem close house yakni kandang tertutup yang lebih ramah lingkungan dan memudahkan proses kontrol biosecurity, sehingga dapat meminimalkan kontak dengan mahluk hidup pembawa penyakit dari luar kandang.

“Nilai tambah yang didapat peternak apabila menggunakan closed house, di antaranya menyediakan udara dan iklim yang kondusif sehingga tingkat stres pada ayam dapat diminimalisir dan kapasitasnya yang mampu menampung ternak dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kandang jenis open house (kandang terbuka),” ungkap Humas Dies Natalis ke-55 Fakultas Peternakan Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Menurut Ketua Pelaksana Pelatihan Manajemen Closed House Imbang Haryoko,S.Pt.,M.P. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid atau gabungan antara Luring-Daring (Offline-Online) karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan tetap melaksanakan protokol kesehatan pada semua aspek kegiatan.

Peserta pelatihan adalah Dosen Fakultas Peternakan Unsoed sejumlah 57 orang baik yang hadir di Ruang Seminar 1 maupun di ruang kerja masing-masing juga harus dapat mengikuti secara live pelatihan di Ruang Seminar 1 serta dapat berinteraksi dalam semua kegiatan pelatihan.

Fakultas Peternakan Unsoed sudah menyiapkan Ruang Seminar 1 beserta peralatan pendukung yang dibutuhkan untuk menjalankan pelatihan hybrid tersebut.

Selanjutnya Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Dr.Triana Setyawardhani,S.Pt.MP. mengatakan bahwa karena tidak semua dosen mempunyai kompetensi di bidang perunggasan, sehingga dengan mengundang narasumber dari industri perunggasan akan memberikan wawasan  terbaru terutama manajemen closed house yang terus berkembang sangat cepat.

Area Head Poultry Integration Central Java 1 PT.Cemerlang Unggas Lestari (Charoen Pokphand Indonesia Grup) Ir.Anton Setiogunarto Prabani memaparkan Closed House (CH) VS Opened House (OH) bahwa :

1. Kepadatan pada :

a. CH : 14 - 18 bird/m2,

b. OP : 8 bird/m2,

2. Cuaca pada :

a. CH : Tidak berpengaruh,

b. OP : Sangat berpengaruh,

3. Stress dari Lingkungan pada :

a. CH : Tidak berpengaruh,

b. OH : Sangat berpengaruh,

4. Effective Temperatur pada :

a. CH : Dapat di atur sesuai dengan kebutuhan ayam,

b. OH : Tidak dapat diatur,

5. Biosecurity pada :

a. CH : Mudah di kontrol,

b. OH : Susah di kontrol,

6. Keseragaman pada :

a. CH : Bagus,

b. OH : Kurang bagus,

7. Pencahayaan pada :

a. CH : Merata,

b. OH : Tidak merata,

8. Biaya Investasi pada :

a. CH : Tinggi,

b. OH : Rendah,

9. Cost/kg Live Birds pada :

a. CH : Rendah,

b. OH : Tinggi,

10. Performance pada :

a. CH : Baik,

b. OH : Rendah.

Cara mendapatkan kondisi lingkungan yang sempurna "Perfect Climate" agar ayam bisa tumbuh seoptimal mungkin menurut Ir.Anton Setiogunarto Prabani yaitu harus ada pemberian ventilasi yang tepat. Adapun pemberian ventilasi dengan system "Tunel Ventilation".

Tunnel Ventilation yakni sisim ventilasi kandang dimana udara masuk berasal dari kandang bagian depan dan keluar melalui kandang bagian belakang dengan bantuan fan. Pada masa brooding, malam hari kipas hidup secara intermitten untuk menghindari over ventilation. Model Tunnel digunakan untuk mempertahankan kenyamanan pada ayam saat kondisi lingkungan yang panas dan lembab. Sedangkan untuk mencapai kondisi ideal pada tunnel system yaitu :

1. Jumlah kipas sesuai kebutuhan,

2. Luasan inlet/cooling pad,

3. Minimalkan kebocoran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar