Musim Hujan, Waspada Ular Di Sekitar Rumah Anda

KBRN, Banyumas: Atas dasar laporan dari Ibu Rasiti warga RT 02 RW 03 Desa Pesawahan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas melalui Kepala Dusun Pesawahan Didi Putra melaporkan bahwa di wilayah RT 02 RW 03 Desa Pesawahan telah muncul fenomena banyaknya anakan ular cobra yang bersliweran berada di belakang rumah Rasiti. 

Menurut keterangan Rasiti, sudah ada 5 (lima) anakan dan 2 (dua) Indukan ular cobra yang menerorr keluarganya. 

Sampai dengan saat ini, tidak ada korban jiwa, hanya saja Rasiti dan keluarga merasa khawatir ketika akan mengambil kayu bakar di belakang rumah ataupun ketika ada keperluan ke sumur.

Mendapat informasi tersebut, Tim TAGANA Kabupaten Banyumas dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas pada Kamis malam (2/12/2021) mendatangi lokasi tersebut bersama dengan Babinsa Desa Pesawahan dan Didi Putra selaku Kadus. 

Menurut keterangan Rasiti, posisi ular cobra ada di tempat penyimpanan kayu bakar di bagian bawah tumpukan kayu bakar yang ditumpuk di belakang rumah yang berjarak sekitar dua meter dari rumah induk Rasiti. 

Tim kemudian mencoba memindahkan tumpukan kayu bakar tersebut, benar saja tak selang berapa lama ditemukan 1 (satu) anakan cobra dan langsung diamankan oleh Tim. 

Hanya berselang 15 menit ditemukan 1 (satu) anakan cobra lagi. 

Sesaat Tim sedang beristirahat, ada warga yang melihat Indukan Cobra, dan Tim langsung mengamankan. 

"Malam ini, Tim baru berhasil mengamankan 3 (tiga) ular cobra, dan akan dilakukan pengamanan lanjutan pada besok hari Jum'at, 3 Desember 2021 pada siang hari agar lebih efektif.

Musim Hujan telah tiba, salah satu fenomena yang terjadi yakni munculnya banyak anakan ular kobra Jawa yang berkeliaran di area permukiman. 

Fenomena ini sering terjadi terutama di musim penghujan seperti saat ini. 

"Saat ini memang musimnya telur-telur ular menetas. Bahkan, sebenarnya tidak hanya ular kobra, tetapi juga jenis ular lainnya" ungkap Adi Candra dari Tagana Banyumas.

Di musim hujan bersamaan dengan waktu menetasnya telur-telur ular kobra, maka secara otomatis populasi anakan ular pasti akan meningkat. 

Spesies ular kobra, menurut peneliti ular ini, habitat hidupnya berada di sekitar perumahan, lahan persawahan dan perkarangan. Saat induk ular kobra Jawa menemukan tempat yang tepat dan terlindungi di kawasan-kawasan tersebut, maka mereka akan meletakkan telur-telurnya. Hanya saja, induk ular periode inkubasinya sekitar 3 bulanan. Itu artinya, telur-telur tersebut kemungkinan sudah diletakkan sekitar tiga bulan lalu, kemudian di musim hujan ini mulai menetas. Setelah menetas, anakan ular kobra Jawa yang mungkin telurnya diletakkan di area permukiman, maka mereka akan menyebar di sekitar manusia. 

Fenomena banyaknya anakan ular kobra Jawa berada di sekitar manusia atau permukiman juga terjadi di tahun lalu. Lantas, apa penyebab banyak anakan ular kobra bermunculan di sekitar permukiman warga? penyebabnya kemungkinan karena semakin sedikit populasi predator alami saat ini. Predator alami itu seperti elang, biawak, dan beberapa karnivora lainnya. Akibatnya, membuat populasi anakan ular ini semakin tidak terkontrol. Selain itu, banyaknya anakan ular kobra di permukiman, bisa jadi disebabkan karena wilayah ini menyediakan shelter atau tempat berlindung bagi ular.

Misalnya, banyak tumpukan barang baik di dalam maupun di luar rumah, yang kemudian menjadi tempat yang hangat dan lembab bagi ular untuk berlindung. Terutama di masa musim hujan seperti saat ini. Permukiman juga menyediakan potensi makanan bagi ular.

Mangsanya, yakni tikus banyak berada di lingkungan ini. Oleh sebab itu, penting untuk selalu membersihkan rumah dengan membuang barang-barang tidak berguna, membuang sampah agar tidak mendatangkan tikus yang akan menarik ular kobra.

Habitat ular kobra Jawa ini biasanya di area persawahan, pekarangan hingga permukiman.(spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar