Ratusan Warga, Punguti Sampah Di Sekitar Jembatan Sungai Kranji Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Sekitar 250 orang mengkuti gerakan bersih-bersih  tumpukan sampah yang ada di Sungai Kranji dan irigasi, yang melintas di kota Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jumat (28/11/2021).

Gerakan bersih sungai, menejadi salah satu rangkaian kegiatan  menyambut  Hari Bakti Pu ke 76 dan HUT Ke 50 Korpri, melibatkan Balai  PSDA Serayu  Citandui   dinas tarkait dan masyarakat .

“Seluruh komponen staff dan koordinator kelompok lapangan Balai PSDA Serayu Citanduy, Dinas DPU kab Banyumas, DLH kab Bms, Cabang dinas kehutanan wilayah VI dan X propinsi Jawa tengah, Forkompincam Purwokerto timur, PMI dan  Masyarakat Peduli Sungai Serayu (Formas psda serayu), Masyarakat peduli sungai kranji, Forum Relawan Lintas Organisasi Banyumas (FORTASI) serta Mapala Unsoed, turun di bawah jembatan memungut sampah dan membersihkan tanaman yang menganggu alairan sungai” ungkap Koordinator acara Kasi Dalguna Balai PSDA SERAYU CITANDUY Nova Ambar S, di sela acara kegiatan.

Acara bersih-bersih sungai dimulai dari jam 07.00 dibuka oleh perwakilan dari Pemkab, antara lain Kabid Drainase dan Jasa konstruksi DPU kab Banyumas Ari Sukraningrum.

Dari kegiatan tersebut terkumpul sampah sebanyak 3 truck yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas.

Sukamta kepala Balai PSDA Serayu Citanduy dihubungi melalui telpon, mengatakan makna dari Hari Bakti Pekerjaan umum merupakan sejarah yang harus selalu diingat dan dikenang oleh masyarakat khususnya insan Pekerjaan Umum, dimana pada tanggal 3 Desember 1945 telah gugur tujuh orang staff PU yang berjuang mempertahankan Markas Departemen Pekerjaan Umum di gedung Sate kota Bandung.

“Seluruh jajaran Pekerjaan Umum secara Nasional khususnya Balai PSDA SERAYU CITANDUY memperingati pada setiap tahunnya. Dengan mengajak seluruh komponen dinas dan Masyarakat yang menjadi ujung tombak pengelolaan Sumber Daya Air.”katanya.

Tema Hari Bakti tahun 2021 adalah Dengan semangat proklamasi kita berprestasi untuk menghasilkan infrastruktur terbaik sesuai dengan amanat kepada Kementrian PUPR sebagau bentuk bakti kepada negeri.

“Terimakasih pada seluruh komponen yang telah mendukung suksesnya acara bersih-bersih sungai”.ungkapnya

Terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, Eddy Wahono selaku ketua Forum masyarakat serayu dan Pembina Forum relawan lintas Organisasi (Serayu Rescue, MDMC, Mta,Bale Bhakti Bawono, Gerpik, Rapi lokal 8 Cilongok, Bmt Amanah, divisi khusus ODGJ  Bms, divisi seni 99 production Banteng Mas, Pers dan Mitra kerja ). 

Eddy menjelasklan acara bersih sungai sebaiknya jangan hanya diadakan secara ceremonial saja, namun harus berkelanjutan karena dibutuhkan peran dinas selaku fasilitator dan motifator pada masyarakat khususnya di tepian sungai.

“Ditengarai kerusakan sungai terutama kwalitas air sungai yang dari tahun ke tahun semakin menurun. Khususnya sungai di wilayah perkotaan. Akibat dari ulah masyarakat yang tidak memelihara kelestarian sungai, sungai masih dijadikan tempat pembuangan sampah.” Ujar Eddy.

Alih fungsi lahan di hulu sungai, lanut Eddy,  semakin tidak terkendali, berkurangnya daerah resapan, penyempitan sungai akibat bangunan yang didirikan oleh masyarakat yang tidak mematuhi kaidah aturan.

“Disaat  musim  penghujan sekarang ini, diharapkan dinas segera mendata dan melaksanakan langkah-langkah teknis pencegahan untuk meminimalisir dampak banjir, pada drainase perkotaan dan sungai yang retensi banjir seperti kali bener. Untuk itu  perlu dibentuk team pengawasan terpadu” pungkas Eddy. (spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar