Kasus Covid-19 Menurun, PMI Banyumas Masih Terima Donor Plasma Konvalesen

KBRN, Banyumas : Menurunya penderita Covid-19 di Banyumas, berdampak positif terhadap kesedian plasma konvalesen yang cukup banyak di PMI Banyumas. 

Kepala Markas PMI Banyumas Ariono mengatakan saat ini hampir tidak ada permintaan plasma konvalesen setiap harinya, berbeda jauh pada saat bulan Juni- Agustus 2021.

 Pada saat itu PMI Banyumas, bahkan kewalahaan memenuhi permintaan warga. Kendati demikian PMI Banyumas, masih tetap menerima warga yang akan melakukan donor plasma konvalesen. 

Hingga September 2021, jumlah plasma konvalesen yang terkumpul oleh PMI Banyumas mencapai 3.167 kantong. Ariono kepada Jumat (22/10/2021) meski, kasus Covid-19 di Banyumas terus mengalami penurunan, bahkan Banyumas masuk pada PPKM Level 2.  

Namun PMI Banyumas masih tetap melakukan penyemprotan disinfekatan di tempat- tempat umum, temasuk di lingkungan warga yang dilaporkan terjangkit Covid-19. 

Selain itu, ratusan relawan PMI, yang selama ini terlibat penanganan Covid-19. Saat ini lebih diarahkan untuk melakukan sosialisasi Prokes dan membantu Dinas Kesehatan yang menyelengarakan vaksinasi Covid-19. 

Termasuk menjaga prokes saat berlangsung vaksinasi Covid-19. Ariono meminta kepada warga untuk tetap menjaga Prokes, agar kasus Covid-19 tidak kembali naik. 

“ Pasar iya kadang- kadang diajak oleh BPBD, biasanya kita diajak teman- teman BPBD. Kemudian juga di suatu lingkungan masih ada yang terpapar Covid-19, terus minta disemprot kita melaksanakan penyemprotan. Yah intinya bersifat situasional,” kata Ariono. 

Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, hingga tanggal 20 Oktober 2021 kasus aktif Covid-19 sebanyak 40 orang. Tambahkan positif pada hari itu, sebanyak satu orang. Total positif sejak terjadinya pandemi sebanyak 32.594 orang. 

Untuk kasus meninggal dunia, pada 20 Oktober 2021 sebanyak 2 orang. Total meninggal dunia 1- 20 Oktober 2021 sebanyak 14 orang, dan total warga Banyumas yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 1.993 orang. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00