Mahasiswa Unsoed Kembangkan Desain Vaksin Measles Rubella Baru

KBRN, Purwokerto : Measles dan rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan banyak menginfeksi anak-anak di seluruh dunia. Pada tahun 2010, diperkirakan lebih dari 100,000 bayi terlahir dengan congenital rubella syndrom (CRS) secara global.

Kasus measles menurun secara global dari tahun 2010 hingga 2016, namun terus meningkat setelah itu. Pada tahun 2019 terjadi 869,770 kasus measles secara global dengan perkiraan jumlah kematian sebanyak 207,500, jumlah ini meningkat 50% dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2016.

Measles dan Rubella juga masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Kasus measles dan rubella di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2015-2017. Pada tahun 2017 tercatat 349 kejadian luar biasa measles dan 79 kejadian luar biasa rubella.

Kampanye vaksinasi MR yang dilakukan mendapatkan respon penolakan keras dari para orang tua yang berasal dari masyarakat muslim.

Penolakan yang muncul disebabkan karena belum tersedianya vaksin MR yang bersifat halal dan suci. Vaksin MR yang tersedia diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan melibatkan unsur babi dalam proses produksinya, sehingga tidak dapat dianggap sebagai halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun diperbolehkan penggunaannya karena belum tersedia vaksin yang halal dan suci.

Oleh karena itu gagasan yang bermula dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) yang mendapatkan pendanaan dari Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Mei 2021 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang terdiri dari Luqman ‘Abdan Syakuran, Yasinta Nida Arroyan, Fakhri Husaini Nasution, Annisa Rizki Yuendra, dan Alchita Dhia Zulfa, yang didampingi oleh Dr. Hernayanti, M.Si membuat inovasi baru berupa Desain Vaksin Measles Rubella Baru Berbasis Peptida Multiepitop Menggunakan Pendekatan Imunoinformatika.

“Gagasan ini, kami menggunakan pendekatan imunoinformatika untuk merancang vaksin peptida multiepitop untuk measles dan rubela secara in silico sebagai langkah awal untuk mengembangkan vaksin MR baru yang dapat mengatasi keterbatasan yang ada saat ini,” kata Yasinta.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan imunoinformatika untuk mendesain vaksin measles-rubella baru yang diharapkan dapat mengatasi keterbatasan dari vaksin yang tersedia saat ini.

Sejumlah software dan webserver digunakan untuk melakukan prediksi epitop in silico yang kemudian digunakan untuk mendesain vaksin peptida multiepitop. Sebanyak 15 epitop dipilih dari hasil prediksi epitop yang mencakup epitop sel B, epitop sel T CD8+, dan epitop sel T CD4+ dari protein H Measles Virus (MV) dan protein E1 Rubella Virus (RV).

Validasi hasil desain melalui simulasi penambatan molekuler dan respon imun menunjukkan vaksin yang telah dirancang memiliki potensi yang baik sebagai kandidat vaksin measles-rubella baru.

Penelitian ini lolos dalam ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 34, yang merupakan ajang bergengsi mahasiswa nasional. PIMNAS 34 ini diselenggarakan pada tanggal 22-30 Oktober 2021 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00