Gembus Mardjoko, Kuliner Khas Kemranjen, Banyumas

KBRN, Banyumas : Jajanan tradisional gembus rupanya  masih banyak dinikmati oleh pecinta kuliner . Selain karena rasanya yang gurih dan harganya yang murah,   makanan tradisional gembus ini berbentuk unik yaitu bulat seperti donat hanya saja warnanya putih. Gembus atau kadang disebut Jalabia terbuat dari bahan baku  singkong .Agar bisa disajikan menjadi Gembus harus diparut dahulu , kemudian diberi bumbu garam, bawang putih dan ketumbar , dibentuk bulat seperti donat  namun ukurannya lebih kecil. Setelah didiamkan sekitar 1 jam, Gembus digoreng dan disajikan serta dimakan panas panas.Salah satu gembus yang terkenal adalah gembus Mardjoko dari Desa Kecila Rt 05 Rw 03 Kecamatan Kemranjen. Pemilik usaha gembus ini bernama Nur Kholik. Usaha gembus Nur Kholik sudah 21 tahun berkiprah, awalnya usaha gembus ini dibangun pada tahun 2000.  Dinamakan gembus Mardjoko  kata Nailah , istri Nur Kholik ,pasalnya gembus buatan Nur Kholik ini adalah gembus langganan dan kesukaan mantan Bupati Banyumas yaitu Mardjoko. 

“Sejarahnya dulu waktu saya jualan gembus, saat itu Pak Mardjoko sedang kumpulan disajikanlah gembus buatan saya, kata beliau rasanya enak jadi langganan gembus sampai sekarang dan dikenal gembus Mardjoko” ungkspnya.

Dalam satu hari  kata Naila , dirinya memproduksi olahan gembus satu kwintal  dan memerlukan waktu seharian sampai proses produksi selesai. Satu bungkus gembus  harganya Rp. 5000,  berisi 20 buah dan bisa awet disimpan sampai 3 hari.  Untuk penjualan gembus Mardjoko saat ini dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, dan Kebumen. “

Tidak ada yang membedakan olahan gembus saya dengan gembus yang lain, hanya saja saya lebih mengedepankan kehigienisan gembus agar rasanya tidak kecut. "tuturnya.

.Di Daerah Kemranjen Gembus biasanya bisa dijumpai di acara hajatan atau saat ada pergelara  wayang kulit . Namun sore hari  para penjual  Gembus dapat dijumpai di area trotoar sepanjang jalur Kemranjen.( Nabila/ IND).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00