15 Persen Pelajar di Banyumas, Sudah Divaksinasi Covid-19

KBRN, Banyumas    : Pemerintah Kabupaten Banyumas, terus mengejar vaksinasi Covid-19 bagi kalangan pelajar terutama untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Hal ini seiring dengan sudah dilaksanakannya,  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sejumlah sekolah. 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Banyumas dr. Arif Sugiono mengatakan total ada total 162 ribu pelajar, atau kalangan remaja usia 12- 19 tahun di Banyumas yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Hingga awal pekan ini, sudah ada 15,1 persen pelajar yang sudah divaksin. 

Sehingga Pemerintah Kabupaten Banyumas, terus mengenjot  jumlah pelajar yang vaksin. Diantaranya melakukan vaksinasi di Puskesmas, vaksinasi masal dengan mengandengn berbagai organisasi seperti TNI, Kepolisian, Kampus yang ada di Banyumas.

 Diharapkan hingga akhir 2021, jumlah pelajar yang sudah divaksin mencapai 70 persen. 

Arif juga menjelaskan, Kejadian Ikutan Pasca di Vaksin ( KIPI) di kalangan pelajar juga cukup ringan, yang mencapai 90 persen lebih. Seperti gejala pusing, mual, lemas, pingsan. Hanya 1- 2 pelajar yang dirujuk ke rumah sakit, setelah dilakukan vaksinasi Covid-19.

“ Yang mengikuti PTM berarti yang sudah divaksin, jadi kita dengan target yang lain, kita mengejat 70 persen mudah- mudahan bisa divaksin semua tahun ini,”kata Arif. 

Sementara itu, salah satu pelajar yang mengikuti vaksinasi Covid-19 Saptara siswa SMK Bintek Purwokerto, dirinya mengikuti vaksinasi Covid-19 selain dari anjuran sekolah, juga sadar akan pentingnya vaksin. 

Setelah divaksin, maka akan lebih aman untuk mengikuti PTMT yang sudah berlangsung tiga minggu terakhir. Saptara juga mengaku pada awalnya cemas, akan disuntik, namun setelah divaksin tidak terasa sakit.

“ Biar nga terpapar Covid-19, senang sudah divaksin. Biar sehat, sekolah sudah PTM biar aman,”kata Saptara Jumat (24/9/2021). 

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas meminta agar sekolah tidak abai dalam menerapkan Prokes Pencegahaan Covid-19 selama PTMT berlangsung. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00