Kisah Alumni Unsoed Beradaptasi Dengan Pandemi di Kanada

KBRN, Purwokerto : Tidak sedkit orang yang merasa takut dan cemas saat pandemi Covid-19. Ada yang mengaku takut setiap mendengar mobil ambulans meraung-raung. Ada yang merasa cemas dan demam setiap usai keluar rumah. Ada juga yang cemas karena merasa tidak pasti saat menatap masa depan.

Pandemi Covid-19 yang belum selesai, ternyata mengharuskan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed angkatan 1996 Heny Mustikasari,SE.,MM. kembali melakukan adaptasi. Heny tidak mau menyerah dan terus berusaha untuk berubah. Gemblengan selama di Kanada, menjadikan Heny yang tidak mengeluhkan keadaan untuk langsung berubah ketika ada halangan di depan mata.

“Adaptasi sepertinya menjadi menu rutin Heny, karena masalah tidak bisa dihadapi dengan mengeluh. Untuk itu berbagai cara dilakukan oleh Heny agar bisa berubah,” ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan jarak jauh dengan Heny Mustikasari,SE.,MM. dari Kanada.

Posisi terakhir Heny sebelum pindah ke Kanada yakni sebagai Vice President Human Resources pada salah satu PT di Jakarta. Berikut, di bawah ini pemaparan Heny Mustikasari,SE.,MM. langsung dari Kanada.

Dua tahun lalu Heny pindah ke Kanada dengan tujuan untuk menetap jangka panjang. Keputusan ini diambil bukan dalam waktu singkat yakni didahului 2 tahun pemikiran, kemudian 2 tahun persiapan dan sekarang sudah 2 tahun perjalanan.

Kenapa memilih Kanada?. Karena kesempatan Heny untuk migrasi ke Kanada dibuka lebar dan jelas, jadi bisa dilakukan sendiri oleh Heny tanpa agen atau konsultan. Jalur masuk ke Kanada yang Heny tempuh adalah melalui ijin belajar.

Heny lulusan Vancouver Community College dan baru lulus bulan Juni tahun 2021. Jurusan yang Heny ambil adalah Canadian Business Management.

Program studi ini ditempuh Heny selama 2 tahun. Selama sekolah Heny juga bisa kerja paruh waktu maksimal 20 jam per minggu. Di antaranya Heny kerja sebagai barista di Kedai Kopi Indonesia, tenaga bersih-bersih rumah panggilan, dan Heny pernah juga bekerja di call center lululemon athletica yaitu sebuah perusahaan terkemuka di Vancouver Kanada.

Setelah lulus dari sekolah, Heny saat ini mendapatkan PGWP (Post Graduate Work Permit) karena sekolah Heny termasuk sekolah yang masuk daftar bisa memberikan ijin kerja setelah lulus sekolah.

Tidak semua sekolah bisa memberikan PGWP dan ijin kerja tipe ini hanya diberikan 1 kali seumur hidup. Ijin kerja ini diberikan panjangnya sama dengan panjang masa sekolah dan bila masa sekolah 2 tahun atau lebih maka izin kerjanya akan diberikan maksimal yaitu 3 tahun.

Rencana Heny sesudah dapat ijin kerja ini adalah mendapatkan PR (Permanent Residency). Salah satu jaminan untuk bisa mendapatkan PR adalah bila bisa mengumpulkan skor CRS (Canada Ranking System) yang tinggi. Beberapa faktor yang penting untuk mendapatkan skor tinggi adalah kemampuan Bahasa Inggris, usia, pendidikan di Kanada, dan tawaran kerja di Kanada.

Pemerintah Kanada bertujuan untuk mendatangkan 3 juta imigran dalam beberapa tahun kedepan, namun karena Covid-19 proses ini banyak terhambat dan ada beberapa program baru yang dibuka untuk mempercepat proses ini. Imigran merupakan bagian besar dari ekonomi Kanada.

Kondisi Covid-19 juga berdampak pada perekonomian disini. Kanada termasuk negara yang besar sekali, situasi penanganan Covid-19 berbeda dari satu propinsi ke propinsi lain.

Propinsi Heny saat ini di British Columbia (BC) dan tinggal di kota Vancouver. Saat ini di BC sudah masuk fase ke 3 dalam penanganan Covid-19. Di fase ini masker sudah tidak wajib, namun masih di sarankan.

Restauran sudah boleh beroperasi dengan kapasitas penuh, pertemuan pribadi sudah tidak dibatasi dan pertemuan bisnis dalam ruangan sudah diperbolehkan. Target selanjutnya bila situasi masih terkendali akan dimulai di bulan September dimana tidak ada larangan ataupun pembatasan lain.

Saat ini Heny sudah lulus dan bekerja di posisi junior sebagai Administrative Coordinator. Duka Heny menjadi imigran di antaranya semua dimulai dari nol. Selama 16 tahun pengalaman kerja di Indonesia tidak selalu bisa di konversikan dan karir harus dimulai dari awal kembali.

Biasanya imigran akan mentok dengan kurangnya Canadian Experience atau pengalaman kerja di lingkungan Kanada yang menjadi batu sandungan. Saat ini rencana berjalan lancar, dan sebentar lagi akan mulai aplikasi untuk Permanent Residency. (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00