Petugas Rutan Banyumas Ikuti Bimtek Daktiloskopi

KBRN, Banyumas : Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Banyumas terima Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Daktiloskopi dari Direktorat Jenderal Administrasi Umum (Ditjen AHU). Kegiatan berlangsung di Aula Rutan Banyumas pada Selasa Siang (22/06/2021).

Peserta merupakan Staff Pelayanan Tahanan pada Rutan Banyumas dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Rutan Banyumas dan 2 orang Petugas Pelayanana Tahanan Rutan Purbalingga turut Serta mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Rutan Banyumas, Winarso A.Md.IP., SH. MH., beliau menyampaikan agar peserta senantiasa mengikuti materi bimtek dengan seksama dan menggali ilmu dari beliau para narasumber yakni Ditjen AHU. “ Ikuti dengan baik dan seksama ilmu daktiloskopi ini, aktif berkegiatan dan bertanya”, ajaknya.

Dikutip dari Wikipedia.id, Daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari Kata ini berasal dari bahasa Yunani daktulos dan skopeeo, Daktulos berarti jari dan skopeoo artinya mengamati.

Sidik jari digunakan untuk penyelidikan, memanfaatkan bekas ujung jari yang tertempel pada sesuatu.  Ilmu ini mempelajari gambar dan pola serta bentuk garis yang terdapat pada ujung-ujung jari. Ujung jari yang dimaksud bisa ujung jari kaki atau ujung jari tangan. Sidik jari merupakan ciri tetap yang terdapat dalam setiap orang. Karenanya, sidik jari dianggap menjadi sumber tepercaya yang digunakan dalam penyelidikan.

Materi diatas juga disampaikan oleh Ahmad Buchari selaku Analis Sidik Jari pada Ditjen Administrasi Umum Kementerian Hukum dan HAM. Pada sesi pertama beliau menyampaikan materi Daktiloskopi dari pengertian, macam dan bentuk untuk menganalisis sidik jari hingga merumuskan sidikjari.

Selepas pematerian peserta diajak berkelompok untuk mencoba mempraktekan dari pengambilan sidik jari, menganilisis hingga merumuskan sidikjari. Terlihat persert sangata antusias mengikuti kegiatan ini.

Ditemui seusai kegiatan Ahmad Buchari atau yang sering disapa Bapak Heru ini mengaku puas dan bangga memberikan pelatihan di Rutan Banyumas ini, menurutnya peserta sangat antusias. “Mudah – mudahan kedepan bisa bermanfaat, ilmu yang saya berikan dan bisa diterapkan kepada bangsa dan negara,” harapnya.

Salah satu peserta, Ari Setiawan yang merupakan Petugas dari Rutan Purbalingga mengatakan bahwa materi tersebut sangat baik karena secara langsung kita dapat mengetahui apa itu daktilaskopi dan bagaimana cara kita mengidentifikasi dan merumus sidik jari dari WBP / Pegawai.

Hal senada disampaikan juga dari Dwi Waluyo, petugas dari Rutan Banyumas yang juga mengikuti kegiatan tersebut. Dirinya mengaku senang bisa mengambil kesempatan tersebut.

“Ini kesempatan yang bagus, karena pada proses perkuliahan yang umum saya belum mempelajari hal ini (daktiloskopi), walaupun singkat kita terus berproses dalam mempelajarinya karena menurut saya ini ilmu yang unik dan menantang untuk terus dipelajari” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan hasil analisis dan perumusan sidik jari dapat dibawa pulang peserta sebagai bukti telah mengikuti bimtek dan untuk dipelajari secara berlanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00