Pertama Di Unsoed, Fisip Canangkan Zona Integritas WBK WBBM

KBRN, Purwokerto: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Selasa, (22/6/2021) , mencanangkan FISIP UNSOED mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). 

Dekan Fisip Unsoed Dr. Djarot Santoso, M.S., mengatakan,  pentingnya reformasi birokrasi dalam menghadapi tantangan perubahan. Untuk itu, perlu dibangun upaya untuk mendorong adanya akuntabilitas dan peningkatan kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pencanangan zona integritas merupakan rangkaian awal dari rencana aksi untuk reformasi birokrasi dalam membangun zona integritas. Dan Fisip menjadi yang pertama di Unsoed yang mencanangkan   WBK WBBM. Pencanangan WBK WBBM FISIP  Unsoed  dalam Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Fisip dipilih karena WBK WBBM berdasarkan SK Rektor, alasannya karena dari penyerapan anggaran Fisip baik, tidak ada  temuan dari auditor, BPK, Irjen maupun akuntan pablik yang signifikan. Kesalahan-kesalahan kecil itu biasa, tapi yang signifikan yang sampai ditindaklanjuti tidak pernah ada di Fisip. Kami juga transparan dalam banyak  hal. Sudah punya sistim, termasuk peran mahasiswa di era pandemic kami sediakan geolge form, semua bisa by system, termasuk pengajuan keringanan UKT (uang Kuliah Tetap), kami layanan dengan sitim online. ”  ujar Dekan Fisip Unsoed.

Jarot mengaku senang dengan ditetapkannya Fisip Unsud sebagai WBK WBBM, karena harus bekerja on the track dalam banyak hal.

Wakil Rektor II Prof Hibnu Nugroho yang hadir mewakili Rektor menyatakan pencanangan Zona Integritas ini sangat penting sebelum implementasi. 

“FISIP ditunjuk oleh Universitas karena dianggap memiliki tata kelola yang baik. Prof Hibnu juga memberikan apresiasi atas pencanangan ini. FISIP tentunya memiliki pribadi-pribadi berintegritas, namun diperlukan ke depan sistem yang berintegritas” ungkap Prof Hibnu.

Dalam pencanangan Zona Integritas ini,  ketua tim Zona Integritas FISIP UNSOED Dr. Agus Haryanto menyatakan tim telah merancang beberapa program yang akan diimplementasikan tahun ini seperti mensahkan rencana kerja, membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), akuntabilitas layanan untuk mahsiswa dan alumni, dan program lainnya.

“Pencanaangan ini sebenarnya tahap awal untuk masuk ke wilayah Zona integritas bebas korupsi. Ada enam indicator yang secara umum bisa kita lihat dari tata kelola. Misalnya mutasi pegawai dari sub unit A ke sub unit B alasannya apa, nanti ada record. Terus kebutuhan pegawai, pelatihan pegawai, akuntabilitas public. Misalnya kita ada layanan public secara on online, masyarakat sudah tahu apa belum, pemanfatannya sudah seperti apa, siapa saja yang meng akses dan keluhan-keluhannya apa”. Katanya. (spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00